Mural Kritik Pemerintah Muncul di Bogor

TIMETODAY.ID, BOGOR | Karya seni mural bernada kritikan sosial terhadap pemerintah terus bermunculan di berbagai daerah. Tak sedikit karya para seniman tersebut dihapus oleh aparat. Bahkan, pembuatnya diburu Polisi.

Baru-baru ini, mural serupa muncul di Kota Bogor. Mural dengan cat dasar hitam dan bertuliskan putih “Seniman diburu, bansosnya berlalu” itu diaplikasikan di atas tembok pembatas sepanjang kurang lebih 12 meter di Jalan Brigjen Saptadji Hadiprawira, Kelurahan Cilendek Barat, Kota Bogor, tepatnya di samping Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Cemplang.

Baca Juga :  Wafcai dan YTP2K Salurkan Kursi Roda Bagi Kaum Difabel Kecamatan Cigudeg

Meski belum diketahui mural itu dibuat, namun menurut warga sekitar mural itu sudah ada sejak beberapa hari lalu. Bahkan hingga viral di media sosial.

Advertisement
Baca Juga :  Pasar Jambu Dua dan Pasar Gembrong Sukasari Dicanangkan Jadi Pasar Bersih

“Kurang tahu kapan dibuatnya, saya baru lihat dua hari lalu. Di Instagram juga lagi rame,” Singkat Dendi, Kamis (26/8/2021).

Saat ditelusuri bogor-today.com, foto mural tersebut diunggah akun Instagram @bogor.terkini dan telah disuka warganet sebanyak 3.859 ribu dan 172 beragam komentar.

Baca Juga :  Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Akan Pasang Plat Baja

“Ada mural gini, “urus saja moralmu jangan urus muralku” kena mental banget tuh,” tulis @syam_m91 disertai emoticon menangis.

Baca Juga :  Komisi III DPRD Kabupaten Bogor Kunjungi Tanah Longsor di Cijeruk

Sedangkan akun @rachmat.wildan mendukung aksi yang telah dilakukan para seniman mural itu.

“Lanjutkeun, ulah eleh Jeung aparat, dihapus nyieun deui, dihapus nyieun deui nepi ka bosen anu ngahapus, panjang umur perjuangan (Lanjutkan, jangan kalah oleh aparat, dihapus bikin lagi, dihapus bikin lagi sampai bosan yang menghapus, panjang umur perjuangan,” komentarnya. (bsp)

=========================================================