Asam Lambung Sering Naik Setelah Makan? Hindari 5 Kebiasaan Ini

asam lambung
ilustrasi setelah makan. Foto: istock

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Banyak orang mengira asam lambung naik hanya dipicu oleh makanan pedas, berminyak, atau minuman berkafein. Padahal, sejumlah kebiasaan yang dilakukan setelah makan juga dapat meningkatkan risiko munculnya keluhan seperti perut begah, dada terasa panas, hingga rasa asam di tenggorokan.

Tanpa disadari, aktivitas yang tampak sepele justru dapat memberikan tekanan tambahan pada lambung dan memicu naiknya asam lambung ke kerongkongan. Jika dilakukan berulang kali, kondisi ini bisa mengganggu kenyamanan dan aktivitas sehari-hari.

Berikut beberapa kebiasaan setelah makan yang sebaiknya dihindari.

Advertisement

1. Langsung Berbaring Setelah Makan

Rasa kenyang sering membuat seseorang ingin segera beristirahat atau rebahan. Namun, posisi tubuh yang langsung mendatar setelah makan dapat memudahkan isi lambung, termasuk asam lambung, bergerak kembali ke kerongkongan.

Akibatnya, muncul sensasi panas di dada atau rasa asam di mulut yang sering dikaitkan dengan gejala refluks asam lambung. Untuk mengurangi risikonya, disarankan memberi jeda setidaknya beberapa waktu sebelum berbaring dan melakukan aktivitas ringan seperti berjalan santai.

2. Minum Terlalu Banyak Sekaligus

Minum air setelah makan memang penting, tetapi mengonsumsi cairan dalam jumlah berlebihan dalam waktu singkat dapat membuat lambung terasa penuh.

Baca Juga :  Kenapa Setelah Makan Nasi Jadi Mengantuk? Ini 5 Tips Menghindarinya

Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan tekanan di dalam lambung sehingga memicu rasa tidak nyaman, seperti sering bersendawa atau perut terasa begah. Karena itu, sebaiknya konsumsi air secukupnya dan hindari minum terlalu banyak sekaligus setelah makan.

3. Langsung Melakukan Aktivitas Berat

Sebagian orang terbiasa berolahraga atau melakukan pekerjaan fisik berat tidak lama setelah makan. Padahal, tubuh memerlukan waktu untuk mencerna makanan yang baru masuk ke sistem pencernaan.

Aktivitas berat dapat meningkatkan tekanan pada area perut dan memudahkan asam lambung naik ke kerongkongan. Jika ingin tetap bergerak setelah makan, aktivitas ringan seperti berjalan kaki lebih disarankan dibanding olahraga intensitas tinggi.

4. Makan Berlebihan Hingga Kekenyangan

Menikmati makanan favorit sering kali membuat seseorang sulit mengontrol porsi makan. Akibatnya, lambung menjadi terlalu penuh dan harus bekerja lebih keras untuk mencerna makanan.

Tekanan yang meningkat di dalam lambung dapat memicu naiknya asam lambung serta menimbulkan keluhan seperti perut penuh, kembung, dan rasa tidak nyaman setelah makan. Mengatur porsi makan dan berhenti sebelum terlalu kenyang dapat membantu mengurangi risiko tersebut.

Baca Juga :  Jaga Kesehatan Otak, Ini 7 Makanan dan Minuman yang Bisa Dikonsumsi Rutin

5. Minum Kopi atau Minuman Pemicu Asam Lambung

Bagi sebagian orang, secangkir kopi setelah makan sudah menjadi kebiasaan yang sulit dilewatkan. Namun, kandungan kafein dan senyawa tertentu dalam kopi dapat memicu keluhan asam lambung pada individu yang sensitif.

Selain kopi, beberapa jenis minuman lain juga dapat memengaruhi kondisi lambung. Jika sering mengalami gejala seperti dada terasa panas atau perut tidak nyaman setelah mengonsumsinya, pertimbangkan untuk mengurangi frekuensi konsumsi atau mencari alternatif yang lebih ramah bagi lambung.

Mulai dari Kebiasaan Kecil

Menjaga kesehatan lambung tidak hanya bergantung pada pilihan makanan, tetapi juga kebiasaan yang dilakukan setelah makan. Menghindari rebahan, mengatur porsi makan, membatasi aktivitas berat, serta memperhatikan konsumsi minuman tertentu dapat membantu mengurangi risiko asam lambung naik.

Dengan perubahan sederhana dalam rutinitas sehari-hari, sistem pencernaan dapat bekerja lebih optimal dan tubuh pun terasa lebih nyaman sepanjang hari.***

Editor : Syafira

Sumber : idntimes.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel