Kekeringan Mulai Landa Kabupten Bogor, Tiga Desa Minta Bantuan Air Bersih

kekeringan
Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor mendistribusikan bantuan air bersih kepada warga terdampak kekeringan menggunakan mobil tangki, Senin (22/6/2026). Bantuan disalurkan menyusul laporan dari tiga desa di Kecamatan Citeureup, Nanggung, dan Babakanmadang yang mulai kekurangan air bersih sejak memasuki musim kemarau. FOTO : DOK. BPBD KABUPATEN BOGOR.

TIMETODAY.ID, BOGOR – Sejumlah wilayah di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mulai mengalami kekeringan seiring masuknya musim kemarau. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor mencatat tiga desa telah mengajukan permohonan bantuan distribusi air bersih hingga Senin (22/6/2026).

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bogor, Ade Hasrat mengatakan, hingga saat ini baru ada tiga titik yang melapor dan meminta bantuan air bersih kepada pihaknya.

“Alhamdulillah sampai hari ini yang terdampak itu baru tiga titik yang meminta bantuan ke kami yang minta dikirim air bersih,” kata Ade

Advertisement
Baca Juga :  Drg. Mike Kaltarina Mars Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor Pensiun

Ia menjelaskan, ketiga wilayah yang mengajukan bantuan tersebut berada di Kecamatan Citeureup, Nanggung, dan Babakanmadang.

“Citeureup, Nanggung dan Babakanmadang, baru tiga desa yang meminta bantuan air bersih,” tambahnya.

Menurut Ade, jumlah wilayah terdampak kekeringan kemungkinan akan bertambah mengingat musim kemarau diperkirakan baru memasuki tahap awal. Oleh karena itu, pihaknya menyiapkan langkah antisipasi untuk merespons potensi perluasan dampak kekeringan di berbagai wilayah Kabupaten Bogor.

Baca Juga :  Satu Orang Hilang Tertimbun Longsor di Megamendung Bogor

“Kami tetap terus bersiaga karena kelihatannya ini baru awal kekeringan, jadi insyaallah kita sudah siap menanggulangi,” ujarnya.

Ade menambahkan, berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), puncak musim kemarau tahun ini diperkirakan berlangsung pada Agustus hingga September 2026, sebelum intensitasnya mulai menurun pada Oktober.

“Kalau Agustus itu tertingginya, maka akan berakhir sekitar bulan Oktober,” jelas Ade.

Editor : B. Supriyadi

Wartawan : Amelia Azizah

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel