TIMETODAY.ID, JAKARTA — Dunia musik internasional kehilangan salah satu sosok berpengaruh di balik lahirnya sejumlah lagu rap terbesar dalam satu dekade terakhir. Produser hip-hop ternama Tay Keith dilaporkan meninggal dunia pada usia 29 tahun, Kamis (18/6/2026) waktu setempat.
Produser yang memiliki nama asli Brytavious Keith Chambers itu ditemukan meninggal di apartemennya di Nashville, Tennessee, Amerika Serikat. Kepolisian Metro Nashville mengonfirmasi penemuan tersebut setelah petugas melakukan pemeriksaan kesejahteraan atau welfare check menyusul adanya laporan terkait kondisinya.
Hingga kini, penyebab pasti kematian Tay Keith masih menunggu hasil autopsi. Meski demikian, pihak kepolisian menyatakan tidak menemukan tanda-tanda yang mengarah pada tindak kriminal.
Kepergian sosok yang dikenal sebagai salah satu produser paling berpengaruh di industri hip-hop modern itu mengejutkan banyak pihak. Pasalnya, dalam beberapa bulan terakhir ia masih aktif terlibat dalam berbagai proyek musik bersama sejumlah musisi papan atas Amerika Serikat.
Nama Tay Keith melejit berkat sentuhan produksinya yang khas dan mudah dikenali. Tag produser ikoniknya, “Tay Keith, f* these n****s up!”**, menjadi pembuka yang akrab terdengar dalam banyak lagu rap populer.
Kariernya mulai menanjak pada 2018 setelah memproduseri lagu Look Alive milik BlocBoy JB yang menampilkan Drake. Kesuksesan lagu tersebut membuka jalan bagi berbagai kolaborasi besar berikutnya.
Ia kemudian terlibat dalam produksi lagu-lagu populer seperti Nonstop dan Sicko Mode. Khusus Sicko Mode, lagu tersebut menjadi salah satu karya hip-hop paling berpengaruh pada masanya sekaligus mengantarkan Tay Keith meraih nominasi Grammy untuk kategori Best Rap Song.
Sepanjang perjalanan kariernya, Tay Keith bekerja bersama sederet nama besar industri musik dunia, mulai dari Travis Scott, Eminem, Beyoncé, Future, Cardi B, Lil Baby, 21 Savage, hingga Megan Thee Stallion.
Pada 2024, ia kembali memperoleh nominasi Grammy berkat kontribusinya dalam lagu Rich Flex.
Lahir dan tumbuh di kawasan South Memphis, Tennessee, Tay Keith dikenal sebagai figur yang berhasil membawa karakter khas musik rap Memphis ke panggung utama industri musik Amerika. Gaya produksinya memadukan dentuman trap modern dengan warna musik jalanan khas Memphis yang kemudian menjadi identitas kuat dalam karya-karyanya.
Di luar aktivitas produksi musik, Tay Keith juga mendirikan label sekaligus ruang kreatif Drumatized Music Group bersama manajernya, Cambrian Strong. Keduanya bahkan masuk dalam daftar Forbes 30 Under 30 kategori musik pada 2024 sebagai bentuk pengakuan atas kontribusi mereka di industri hiburan.
Kabar meninggalnya Tay Keith segera memicu gelombang duka dari kalangan musisi. BlocBoy JB, yang dikenal sebagai sahabat sekaligus rekan kolaborasinya, menyampaikan kesedihan mendalam melalui media sosial. Ucapan belasungkawa juga datang dari produser Hitkidd dan sejumlah pelaku industri musik lainnya yang menilai Tay Keith sebagai salah satu sosok penting dalam kebangkitan rap Memphis di kancah global.
Kepergian Tay Keith meninggalkan jejak besar dalam dunia hip-hop. Di usia yang masih muda, ia telah membantu membentuk suara generasi baru musik rap dan meninggalkan warisan yang akan terus dikenang para penggemarnya di seluruh dunia.***







































