TIMETODAY.ID, JAKARTA — Jerawat tidak hanya muncul di wajah. Banyak orang juga mengalami masalah serupa pada area punggung yang sering kali sulit dijangkau dan membutuhkan penanganan khusus. Kondisi ini dapat menimbulkan rasa tidak nyaman, mengganggu kepercayaan diri, hingga meninggalkan bekas pada kulit jika tidak ditangani dengan tepat.
Secara medis, jerawat muncul ketika minyak alami kulit (sebum), sel kulit mati, dan kotoran menumpuk lalu menyumbat pori-pori. Penyumbatan tersebut dapat memicu pertumbuhan bakteri dan peradangan yang akhirnya menyebabkan timbulnya jerawat.
Dokter spesialis kulit, Dr. Justine Kluk, menjelaskan bahwa kulit di area punggung memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan bagian tubuh lainnya.
“Kulit di punggung sangat tebal sehingga risiko terjadinya penyumbatan pori-pori cenderung lebih tinggi,” ujarnya mengutip dari detik.com.
Untuk membantu mengatasi masalah tersebut, para ahli kulit merekomendasikan sejumlah langkah yang dapat dilakukan secara rutin.
1. Gunakan Sabun dengan Kandungan Anti-Jerawat
Pemilihan sabun atau body wash menjadi salah satu langkah penting dalam mengendalikan jerawat punggung. Produk yang mengandung benzoil peroxide dapat membantu mengurangi bakteri penyebab jerawat sekaligus meredakan peradangan.
Sementara itu, kandungan salicylic acid efektif membantu mengangkat sel kulit mati dan membersihkan pori-pori yang tersumbat sehingga risiko munculnya komedo maupun jerawat dapat berkurang.
2. Segera Mandi Setelah Berkeringat
Keringat yang bercampur dengan minyak dan kotoran dapat memperbesar peluang terjadinya penyumbatan pori. Karena itu, para dermatolog menyarankan untuk segera mandi setelah berolahraga atau melakukan aktivitas yang memicu banyak keringat.
Selain mandi, mengganti pakaian yang basah akibat keringat juga penting dilakukan untuk mencegah iritasi dan pertumbuhan bakteri pada kulit.
3. Hindari Pakaian yang Terlalu Ketat
Pakaian yang terlalu ketat dapat menyebabkan gesekan berulang pada kulit. Kondisi ini dikenal sebagai acne mechanica, yaitu jerawat yang muncul akibat tekanan dan gesekan pada permukaan kulit.
Untuk mengurangi risiko tersebut, disarankan memilih pakaian berbahan katun atau material yang mampu menyerap keringat dengan baik. Pakaian yang longgar juga membantu sirkulasi udara sehingga kulit tetap nyaman.
4. Pertimbangkan Penggunaan Sampo Antiketombe
Dalam beberapa kasus, benjolan yang menyerupai jerawat di punggung ternyata disebabkan oleh folikulitis jamur. Kondisi ini biasanya ditandai dengan bintik-bintik kecil yang terasa gatal dan sering muncul setelah tubuh berkeringat.
Para ahli menyebut penggunaan sampo antiketombe yang mengandung ketokonazol sebagai pembersih tubuh beberapa kali dalam seminggu dapat membantu mengendalikan kondisi tersebut.
5. Gunakan Retinoid Sesuai Anjuran
Retinoid dikenal sebagai salah satu bahan aktif yang banyak digunakan dalam perawatan jerawat. Kandungan ini bekerja dengan membantu membuka pori-pori yang tersumbat sekaligus mencegah terbentuknya jerawat baru.
Penggunaan retinoid umumnya dianjurkan pada malam hari dan dimulai secara bertahap, misalnya dua hingga tiga kali dalam seminggu, untuk mengurangi risiko iritasi dan kulit kering.
6. Hindari Kebiasaan Memencet Jerawat
Meski sering dianggap sebagai solusi cepat, memencet jerawat justru dapat memperparah peradangan. Pada area punggung, kebiasaan ini juga meningkatkan risiko munculnya bekas jerawat, noda kehitaman, hingga jaringan parut.
Karena itu, jerawat sebaiknya dibiarkan sembuh dengan perawatan yang tepat tanpa ditekan atau dipencet.
7. Rutin Mencuci Pakaian yang Berkeringat
Pakaian olahraga atau pakaian yang digunakan saat banyak berkeringat dapat menjadi tempat menumpuknya bakteri dan kotoran. Jika digunakan kembali tanpa dicuci, kondisi tersebut berpotensi memicu timbulnya jerawat.
American Academy of Dermatology merekomendasikan agar pakaian yang terkena keringat segera dicuci setelah digunakan untuk membantu menjaga kebersihan kulit dan mencegah penyumbatan pori.
Perawatan Konsisten Jadi Kunci
Jerawat di punggung memang membutuhkan waktu untuk diatasi. Namun, kombinasi perawatan yang tepat, menjaga kebersihan kulit, serta menghindari faktor pemicu dapat membantu mengurangi kemunculannya secara bertahap.
Jika jerawat tidak kunjung membaik, terasa nyeri, atau meninggalkan banyak bekas, konsultasi dengan dokter kulit menjadi langkah yang disarankan agar mendapatkan penanganan yang sesuai.***
Editor : Syafira
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel







































