
TIMETODAY.ID, BOGOR – Dugaan kelengkapan dokumen perizinan pembangunan fasilitas Gene Bank di lingkungan Rumah Sakit Marzoeki Mahdi (RSMM), Bogor Barat, dipertanyakan sejumlah kalangan. Proyek yang dikerjakan PT Brantas Abipraya (Persero) itu merupakan bagian dari program strategis nasional yang ditujukan sebagai fasilitas penyimpanan sumber daya genetik.
Jaringan Aksi Jaga Kedaulatan Rakyat (JAGARA) Bogor Raya, organisasi masyarakat sipil yang memusatkan perhatian pada isu tata kelola pembangunan di wilayah Bogor, mengklaim telah melakukan kajian dan mendapati dugaan sejumlah persyaratan administratif serta hukum belum dipenuhi sebelum pembangunan berjalan.
Berdasarkan kajian tersebut, JAGARA mengidentifikasi dugaan ketidaklengkapan sejumlah dokumen krusial, yakni Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), persetujuan lingkungan, serta izin teknis lainnya. Menurut organisasi itu, ketiadaan dokumen-dokumen tersebut berpotensi menimbulkan konsekuensi hukum dan administratif bagi pelaksana proyek.
Atas dasar itu, JAGARA menggelar aksi di sekitar area proyek, Senin (15/6/2026). Ketua Umum JAGARA Bogor Raya, Adlan Rifai, menegaskan penolakan pihaknya bukan ditujukan pada pembangunan fisik Gene Bank semata, melainkan pada tuntutan agar aspek legalitas, transparansi, dan prosedur administrasi proyek diperiksa kembali oleh pihak berwenang.
“Kami menolak pembangunan yang tidak memenuhi syarat secara administratif dan meminta agar proyek strategis nasional di RSMM ini ditinjau ulang,” kata Adian.
Timetoday.id berupaya meminta konfirmasi kepada PT Brantas Abipraya (Persero) dan pihak pengelola RSMM terkait tudingan tersebut. Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi yang diperoleh dari kedua pihak.


































