Bupati Bogor Tegaskan Pancasila Jadi Kompas Kebijakan Daerah

Bupati Bogor
Bupati Bogor Rudy Susmanto menyampaikan pernyataan kepada wartawan usai upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Taman Makam Pahlawan (TMP) Pondok Rajeg, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (1/6/2026). FOTO : TIMETODAY.ID/AMELIA AZIZAH.

TIMETODAY.ID, BOGOR – Bupati Bogor Rudy Susmanto menegaskan seluruh kebijakan pembangunan Kabupaten Bogor harus berpijak pada nilai-nilai Pancasila, bukan semata dirayakan sebagai peringatan seremonial tahunan.

Bagi Rudy, Pancasila memiliki dimensi yang melampaui fungsinya sebagai dasar negara. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, kata dia, relevan sebagai landasan perdamaian, tidak hanya bagi Indonesia, tetapi juga bagi kehidupan masyarakat dunia.

“Pancasila hari ini menjadi pijakan dalam merumuskan kebijakan dan membangun bangsa bersama-sama. Pancasila bukan hanya sebagai landasan negara, tapi merupakan landasan perdamaian dunia,” kata Rudy dalam pidato peringatan Hari Lahir Pancasila, di Taman Makam Pahlawan (TMP) Pondok Rajeg, Senin (1/6/2026).

Advertisement
Baca Juga :  Bupati Bogor Dukung Pembangunan PSEL Dua Lokasi Strategis Disiapkan

Dari prinsip itulah, politisi Partai Gerindra tersebut menyatakan Pemkab Bogor menempatkan nilai-nilai Pancasila sebagai acuan dalam merancang dan menjalankan program pembangunan daerah. Komitmen itu ia tegaskan kembali dalam momentum Hari Jadi Bogor ke-544 yang jatuh pada hari yang sama, sebuah pengingat, kata Rudy, bahwa kepemimpinan saat ini hanyalah kelanjutan dari perjuangan para pendahulu.

“Momentum Hari Jadi Bogor ke-544 menjadi pengingat bahwa kami hanya melanjutkan perjuangan para pendahulu. Tugas kami adalah melanjutkan dan menyempurnakan pembangunan Kabupaten Bogor dengan berlandaskan Pancasila dan UUD 1945,” ujarnya.

Rudy turut menyerukan agar generasi muda tidak memandang kemerdekaan sebagai sesuatu yang datang begitu saja. Ia mengingatkan, bangsa ini berdiri di atas pengorbanan yang tak terhitung jumlahnya.

Baca Juga :  Bupati Bogor Hadiri Mancing Massal dan Kuliner Gratis di Setu Gedung Kesenian Cibinong

“Jutaan air mata, jutaan tetesan darah, dan jutaan nyawa menjadi dasar kita mempertahankan kedaulatan bangsa. Anak-anak muda harus memahami bahwa bangsa ini merdeka bukan hanya diperjuangkan, tetapi dengan harga yang sangat mahal,” katanya.

Hari Lahir Pancasila diperingati setiap 1 Juni, merujuk pada pidato Soekarno dalam sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia pada 1 Juni 1945, saat untuk pertama kalinya lima sila dirumuskan sebagai dasar negara yang kemudian menjadi fondasi Republik Indonesia hingga hari ini.

Editor : B. Supriyadi

Wartawan : Amelia Azizah

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel