TIMETODAY.ID, JAKARTA — Mobil listrik pertama Ferrari, Ferrari Luce EV, masih menjadi perbincangan hangat sejak diperkenalkan ke publik. Bukan karena performanya, melainkan karena desainnya yang dinilai tidak mencerminkan karakter khas pabrikan supercar asal Italia tersebut.
Di balik tampilan kontroversial itu, ternyata Ferrari melibatkan pihak eksternal dalam proses perancangannya. Desain Luce EV digarap oleh studio desain LoveFrom, perusahaan kreatif milik Jony Ive dan Marc Newson, dua nama yang dikenal luas lewat kontribusinya dalam pengembangan produk-produk ikonik Apple seperti iPhone dan Apple Watch.
Kolaborasi tersebut menghasilkan pendekatan desain yang berbeda dari Ferrari pada umumnya. Luce EV tampil dengan siluet futuristis, area kaca yang dominan, serta elemen aerodinamika yang dibuat lebih minimalis dan bersih.
Tampil Berani dengan Sentuhan Futuristis
Secara visual, Ferrari Luce EV mengusung konsep yang jauh dari desain supercar Ferrari yang selama ini identik dengan lekukan agresif dan nuansa emosional.
Bagian depan dan belakang mobil dibekali elemen aerodinamika yang tampak melayang, sementara pintu belakang menggunakan model suicide doors, konsep yang lebih sering ditemui pada mobil mewah premium seperti milik Rolls-Royce Motor Cars.
Kesan modern semakin diperkuat dengan penggunaan pelek berukuran besar yang menjadi salah satu yang terbesar dalam sejarah Ferrari.
Komponen Tetap Dikembangkan Ferrari
Meski desain eksterior dipercayakan kepada studio desain independen, Ferrari memastikan seluruh komponen kendaraan dikembangkan secara internal.
Pendekatan tersebut dilakukan agar perusahaan tetap memiliki kendali penuh terhadap perawatan, pembaruan, serta ketersediaan suku cadang kendaraan di masa mendatang. Langkah ini juga diyakini dapat membantu menjaga nilai jual kembali kendaraan.
Kritik Datang dari Berbagai Kalangan
Sejak peluncurannya, Ferrari Luce EV menuai beragam respons. Sebagian penggemar menilai mobil listrik tersebut terlalu jauh meninggalkan identitas Ferrari yang selama puluhan tahun dikenal lewat mesin bertenaga besar dan desain berkarakter kuat.
Kritik bahkan datang dari mantan Presiden Ferrari, Luca di Montezemolo, serta Wakil Perdana Menteri Italia, Matteo Salvini. Keduanya menilai kehadiran mobil listrik tersebut mengurangi esensi Ferrari yang selama ini menjadi daya tarik utama merek tersebut.
Reaksi pasar pun sempat terasa. Setelah peluncuran resmi Luce EV, saham Ferrari dilaporkan mengalami tekanan di bursa Milan. Sejumlah analis menilai sentimen negatif terhadap desain kendaraan menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pergerakan saham perusahaan.
Spesifikasi dan Sorotan Ferrari Luce EV
Desain
- Dirancang oleh LoveFrom
- Konsep glass house dengan area kaca dominan
- Elemen aerodinamika depan dan belakang bergaya melayang
- Pintu belakang model suicide doors
Kaki-kaki
- Velg depan 23 inci
- Velg belakang 24 inci
- Menjadi ukuran velg terbesar yang pernah digunakan Ferrari pada mobil produksi jalan raya
Pengembangan Kendaraan
- Desain dikerjakan pihak eksternal
- Komponen dan sistem kendaraan dikembangkan sepenuhnya oleh Ferrari
- Dukungan perawatan dan suku cadang dijamin langsung oleh pabrikan
Harga
- Diperkirakan sekitar Rp12 miliar
Dengan segala kontroversinya, Ferrari Luce EV menjadi babak baru bagi Ferrari dalam memasuki era elektrifikasi. Namun, tantangan terbesar pabrikan asal Maranello itu tampaknya bukan hanya soal teknologi, melainkan bagaimana menjaga identitas legendarisnya di tengah perubahan zaman.***
Editor : Syafira
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel








































