TIMETODAY.ID, JAKARTA — Proyeksi sektor ganda putri Indonesia menuju Olimpiade Los Angeles 2028 mulai mengerucut. Kepala pelatih ganda putri PBSI, Karel Mainaky, memastikan pasangan Apriyani Rahayu dan Lanny Tria Mayasari untuk sementara tidak masuk dalam rancangan utama menuju kualifikasi Olimpiade.
Sebelumnya, Karel sempat mempersiapkan Apriyani bersama Siti Fadia Silva Ramadhanti sebagai salah satu pasangan andalan untuk perhitungan Race to Olympic yang akan dimulai tahun depan.
Namun hasil yang belum konsisten membuat komposisi pasangan kembali diubah pada awal 2026. Apriyani kemudian dipasangkan dengan Lanny, sementara Fadia bermain bersama Tiwi.
Perubahan tersebut turut memengaruhi peta pasangan yang dipersiapkan PBSI menuju Olimpiade.
“Ya untuk sementara ini tiga pasang (buat Olimpiade),” kata Karel saat ditemui di Pelatnas PBSI Cipayung, Selasa (26/5/2026).
Tiga pasangan yang masuk proyeksi saat ini adalah Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum, Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari, serta pasangan Fadia/Tiwi.
Sementara itu, Apri/Lanny belum masuk dalam daftar utama karena performa yang dinilai belum memenuhi harapan.
“Bukan tidak diproyeksikan, kan memang kita lihat saja kayak kemarin itu kan (pencapaian) kita memproyeksikan gimana gitu, ya kan? Ya kita mengakui lah kalau yang itu kan, kita enggak,” ujarnya.
Sepanjang musim ini, pencapaian terbaik Apri/Lanny tercatat saat menembus semifinal Indonesia Masters level Super 500 serta semifinal China Masters Super 100. Di luar itu, pasangan tersebut lebih sering terhenti di babak awal turnamen.
Karel juga memastikan tidak ada rencana perombakan pasangan lagi dalam waktu dekat, termasuk kemungkinan menyatukan kembali Apriyani dan Fadia.
“Enggak,” tegas Karel saat ditanya soal peluang memasangkan ulang Apri/Fadia untuk proyek Olimpiade.***
Editor : Syafira
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































