Kebiasaan Cuci Beras Berkali-kali Bisa Kurangi Gizi, Benarkah?

beras
ilustrasi mencuci beras. Foto: istock

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Mencuci beras sebelum dimasak sudah menjadi kebiasaan banyak orang. Tidak sedikit yang percaya semakin sering beras dicuci, maka hasilnya akan lebih bersih dan sehat untuk dikonsumsi. Namun, benarkah beras perlu dicuci berkali-kali hingga airnya benar-benar bening?

Faktanya, tidak ada aturan pasti mengenai berapa kali beras harus dicuci sebelum dimasak. Bahkan, sejumlah penelitian menyebut mencuci beras terlalu sering justru tidak selalu memberikan manfaat yang lebih baik.

Secara umum, tujuan mencuci beras hanyalah untuk menghilangkan debu, kotoran ringan, dan sebagian pati di permukaan agar nasi tidak terlalu lengket saat matang. Karena itu, proses pembilasan sebenarnya cukup dilakukan sekitar satu hingga dua kali.

Advertisement

Terlalu sering mencuci bisa mengurangi nutrisi

Saat beras dicuci, bukan hanya kotoran yang ikut terbuang. Beberapa mineral penting seperti magnesium, kalium, dan fosfor juga dapat larut bersama air cucian.

Baca Juga :  Pentingnya Membaca Komposisi Susu Formula untuk Dukung Tumbuh Kembang Anak

Artinya, semakin sering beras dicuci, kandungan zat gizi di dalamnya berpotensi ikut berkurang. Air keruh yang muncul saat mencuci beras sebagian besar berasal dari pati alami yang memang terkandung di permukaan beras.

Jika seluruh pati tersebut terus dibuang, tekstur nasi bisa berubah dan sebagian nilai gizinya ikut hilang. Karena itu, Anda tidak perlu mencuci beras sampai air benar-benar jernih. Membilas hingga air tampak lebih bersih sudah cukup.

Apakah mencuci beras bisa menghilangkan arsenik?

Sebagian orang juga mencuci beras berkali-kali karena khawatir terhadap kandungan arsenik. Memang, beras diketahui mengandung arsenik dalam jumlah kecil yang umumnya masih berada dalam batas aman untuk dikonsumsi sehari-hari.

Namun, mencuci beras ternyata tidak terlalu efektif untuk mengurangi kandungan arsenik tersebut. Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat atau FDA menyebut pembilasan beras sebelum dimasak hanya memberikan pengaruh kecil terhadap kadar arsenik pada nasi matang.

Baca Juga :  10 Tips Sikap Tegas Menghadapi Orang yang Tidak Menghargai Waktumu

Cara yang dinilai lebih efektif adalah memasak beras menggunakan air dalam jumlah banyak, lalu membuang sisa air rebusannya setelah matang. Metode ini disebut dapat menurunkan kadar arsenik sekitar 40 hingga 60 persen.

Ada konsekuensi pada kandungan gizi

Meski mampu mengurangi arsenik, metode memasak dengan air berlebih juga memiliki efek samping terhadap kandungan nutrisi beras. Sejumlah vitamin dan mineral penting seperti folat, zat besi, niasin, dan tiamin dapat ikut berkurang hingga 50 sampai 70 persen.

Karena itu, mencuci dan memasak beras sebaiknya dilakukan secukupnya agar kebersihan tetap terjaga tanpa menghilangkan terlalu banyak nutrisi alami di dalamnya.

Pada akhirnya, mencuci beras satu hingga dua kali sebenarnya sudah cukup untuk membantu membersihkan permukaan beras sebelum dimasak. Tidak perlu berlebihan, karena terlalu sering mencuci justru bisa membuat kandungan gizi penting ikut terbuang.***

Editor : Syafira

Sumber : CNNIndonesia.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel