Ekoriparian Ciliwung Jadi Andalan Kelurahan Sukaresmi

Ekoriparian
Lurah Sukaresmi, Yayan Hariansyah, memaparkan potensi dan tantangan wilayahnya dalam pertemuan dengan awak media di Kantor Kelurahan Sukaresmi, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Kamis (21/5/2026). FOTO : TIMETODAY.ID/B.SUPRIYADI.

TIMETODAY.ID, BOGOR – Kelurahan Sukaresmi, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Jawa Barat mengembangkan kawasan ekowisata di koridor Sungai Ciliwung sebagai aset lingkungan unggulan. Namun aliran sungai yang sama masih menjadi ancaman bencana bagi sebagian wilayah permukiman di sana.

Kawasan ekowisata itu dikenal dengan nama Ekoriparian Sukaresmi, yang memadukan konsep edukasi lingkungan dengan rekreasi keluarga di sepanjang bantaran Ciliwung. Selain ekoriparian, Taman Lingkungan Graha Grande turut difungsikan sebagai ruang olahraga dan pusat interaksi sosial warga.

Namun di balik potensi itu, kedekatan permukiman dengan aliran sungai menempatkan sejumlah titik wilayah dalam kategori rawan banjir. Ketika bencana terjadi, kelurahan wajib menurunkan 10 hingga 12 personel Linmas sebagai respons awal, sebuah tuntutan yang tidak ringan mengingat jumlah aparatur yang tersedia sangat terbatas.

Advertisement
Baca Juga :  Ibu dan Anak Tewas Tertabrak Minibus di Bogor, Begini Kronologinya!

“Kekuatan personel serta kebijakan operasional bisa dikatakan kurang karena ada beberapa karyawan yang memegang beberapa kegiatan sekaligus,” ujar Lurah Sukaresmi, Yayan Hariansyah dalam pertemuan dengan sejumlah wartawan, Kamis (21/5/2026).

Guna menjaga fungsi ekologis bantaran sungai sekaligus menekan risiko bencana, pihak kelurahan aktif menjalin kolaborasi dengan Kementerian Pertanian dan instansi terkait untuk memastikan koridor sungai tetap lestari dan berdaya guna bagi warga.

Baca Juga :  AHY Sebut Pelestarian Ciliwung Bisa Gerakkan Ekonomi Warga

Kelurahan Sukaresmi memiliki luas sekitar 98 hektare dengan delapan Rukun Warga. Berbeda dari kelurahan lain di Kecamatan Tanah Sareal, wilayah ini tidak didominasi sektor industri maupun jasa komersial, melainkan lebih berkarakter sebagai kawasan permukiman dengan orientasi pelestarian lingkungan.

Pembenahan kelurahan ini menguat pasca peresmian gedung kantor baru oleh Wali Kota Bogor periode sebelumnya, Dedie A. Rachim, pada akhir tahun lalu. Ke depan, penataan Sukaresmi juga dikaitkan dengan wacana pemekaran wilayah Kecamatan Tanah Sareal yang tengah bergulir.

Editor : B. Supriyadi

Wartawan : B. Supriyadi

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel