TIMETODAY.ID, JAKARTA — Banyak orang masih membersihkan kotoran tikus di rumah dengan cara menyapunya langsung. Padahal, kebiasaan ini justru bisa meningkatkan risiko paparan penyakit, termasuk hantavirus, yang dapat menyerang sistem pernapasan.
Para ahli kesehatan mengingatkan, area yang terkontaminasi kotoran atau urine tikus perlu ditangani dengan cara khusus agar partikel berbahaya tidak menyebar ke udara.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyarankan permukaan yang terkena kotoran tikus terlebih dahulu disemprot cairan disinfektan hingga benar-benar basah sebelum dibersihkan.
Langkah ini penting untuk mencegah partikel halus dari kotoran kering beterbangan saat dibersihkan.
Saat kotoran tikus mengering, partikel-partikel kecilnya dapat bercampur dengan debu di sekitar rumah. Jika langsung disapu, partikel ini berpotensi terhirup tanpa disadari dan masuk ke saluran pernapasan.
Karena itu, U.S. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) juga merekomendasikan penggunaan cairan disinfektan sebelum proses pembersihan dimulai.
Disinfektan bekerja dengan merusak lapisan pelindung mikroorganisme seperti virus dan bakteri sehingga kemampuannya bertahan hidup menurun.
Beberapa cairan disinfektan rumah tangga umumnya mengandung alkohol, hidrogen peroksida, sodium hypochlorite, hingga senyawa amonium kuarterner seperti benzalkonium chloride.
Bahan aktif ini efektif membantu menonaktifkan mikroorganisme pada permukaan benda.
Agar bekerja optimal, area yang terpapar sebaiknya disemprot hingga basah lalu didiamkan selama beberapa menit sesuai petunjuk pada label produk.
Selain itu, penggunaan sarung tangan sangat dianjurkan selama proses pembersihan untuk mengurangi kontak langsung dengan kotoran maupun bahan kimia disinfektan.
Setelah selesai, tangan harus segera dicuci menggunakan sabun dan air mengalir.
Meski efektif membunuh kuman, cairan disinfektan tidak boleh terkena kulit terlalu lama.
Bahan aktif tertentu dapat menyebabkan kulit kering, iritasi, kemerahan, hingga rasa perih, terutama pada kulit sensitif.
Tak hanya itu, penggunaan disinfektan secara berlebihan di ruangan tertutup juga dapat menghasilkan uap yang mengganggu saluran pernapasan.
Karena itu, pastikan rumah memiliki ventilasi yang baik saat proses pembersihan dilakukan.
Jika tidak memiliki disinfektan khusus, cairan pembersih lantai yang mengandung bahan antiseptik bisa menjadi alternatif.
Namun, penggunaannya tetap harus mengikuti petunjuk pada kemasan karena konsentrasi dan cara pakai tiap produk bisa berbeda.
Membersihkan kotoran tikus memang terlihat sepele, tetapi cara yang salah bisa membawa risiko kesehatan serius.
Karena itu, langkah sederhana seperti membasahi area dengan disinfektan terlebih dahulu dapat menjadi perlindungan penting bagi kesehatan keluarga.***
Editor : Syafira
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































