Tanaman Liar Japanese Knotweed Bikin Pemilik Rumah di Inggris Ketar-ketir

tanaman
ilustrasi Japanese knotweed. Foto: istock

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Di balik tampilannya yang sekilas tampak seperti tanaman biasa, Japanese knotweed menyimpan ancaman serius bagi jutaan rumah di Inggris. Gulma invasif ini dilaporkan berpotensi merusak fondasi bangunan, saluran air, hingga menurunkan nilai properti secara signifikan.

Perusahaan spesialis tanaman invasif, Environet, memperkirakan sekitar 1,6 juta rumah di Inggris berada dalam risiko akibat penyebaran tanaman tersebut.

Saat memasuki musim pertumbuhan, Japanese knotweed dapat menyusup melalui retakan kecil dan memperparah kerusakan pada dinding, aspal, paving block, hingga pipa bawah tanah.

Advertisement

“Tanaman Japanese knotweed sering kali tumbuh di tepi sungai, aliran air, dan parit. Hal ini dapat menyebabkan erosi dan meningkatkan kemungkinan terjadinya banjir,” ujar Royal Horticultural Society Daily Mail pada Selasa (12/5/2026).

Baca Juga :  Waspada Heat Stroke Akibat Paparan Cuaca Panas, Kenali Gejalanya

Harga Rumah Bisa Anjlok

Meski tidak dilarang untuk ditanam, keberadaan Japanese knotweed di properti menjadi perhatian serius, terutama bagi pemilik rumah dan investor.

Secara keseluruhan, nilai properti di Inggris diperkirakan dapat tergerus hingga 21,4 miliar pound sterling, atau setara sekitar Rp508 triliun.

Wilayah yang disebut paling terdampak antara lain Bristol, Merseyside, Greater Manchester, Greater London, dan Lancashire.

Wajib Diungkap Saat Menjual Rumah

Ancaman gulma ini begitu besar hingga memunculkan aturan khusus dalam transaksi properti. Penjual rumah wajib mengisi formulir TA6 dan menyatakan apakah properti tersebut pernah terdampak Japanese knotweed.

Jika informasi ini disembunyikan, pembeli dapat menggugat karena dianggap sebagai bentuk misrepresentasi atau penipuan.

Baca Juga :  Rahasia Pupuk Booster Rumahan: Tanaman Pendek Cepat Berbunga dan Berbuah

Sejumlah lembaga pembiayaan juga bersikap lebih hati-hati. Tidak sedikit bank yang menolak pengajuan kredit jika tanaman ini ditemukan di properti.

Ada yang Justru Melihat Peluang

Meski menimbulkan kekhawatiran, sebagian masyarakat justru melihat kondisi ini sebagai kesempatan. Survei menunjukkan sekitar 32 persen warga Inggris bersedia membeli rumah dengan harga lebih murah meski terdapat risiko kerusakan akibat gulma tersebut.

Japanese knotweed menjadi pengingat bahwa ancaman terhadap rumah tak selalu datang dari bencana besar. Terkadang, tanaman yang tampak biasa di halaman dapat berubah menjadi masalah serius yang memengaruhi struktur bangunan dan nilai investasi properti.***

Editor : Syafira

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel