BPS Ungkap Ketimpangan Pendidikan Tenaga Kerja RI, Sarjana Masih Sedikit

tenaga kerja
lulusan pendidikan tinggi. Foto: istock

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Pasar kerja Indonesia masih didominasi tenaga kerja berpendidikan dasar hingga menengah. Di tengah meningkatnya jumlah angkatan kerja nasional, lulusan pendidikan tinggi tercatat masih menjadi kelompok minoritas dalam komposisi pekerja di Tanah Air.

Badan Pusat Statistik (BPS) dalam laporan Statistik Keadaan Ketenagakerjaan Indonesia Februari 2026 mencatat jumlah angkatan kerja mencapai 154,91 juta orang. Dari jumlah itu, sebanyak 147,67 juta orang telah bekerja, sementara 7,24 juta lainnya masih menganggur.

Jika ditelusuri lebih jauh, mayoritas pekerja di Indonesia merupakan pekerja penuh waktu dengan jumlah mencapai 98,59 juta orang. Sisanya terdiri atas 38,34 juta pekerja paruh waktu dan 10,72 juta setengah pengangguran.

Advertisement

BPS mendefinisikan angkatan kerja sebagai penduduk usia 15 tahun ke atas yang aktif secara ekonomi, baik bekerja maupun sedang mencari pekerjaan.

Meski jumlah pekerja terus bertambah, lulusan pendidikan tinggi ternyata belum mendominasi pasar tenaga kerja nasional. Pekerja dengan latar pendidikan diploma hingga doktoral hanya sekitar 13,13 persen dari total penduduk bekerja atau setara 19,39 juta orang.

Baca Juga :  Permintaan Global Meningkat, Ekspor Ciplukan RI Laris di Vietnam dan AS

Sebaliknya, lulusan SD ke bawah masih menjadi kelompok terbesar dalam struktur ketenagakerjaan Indonesia. Jumlahnya mencapai 52,41 juta orang atau sekitar 35,49 persen dari total pekerja nasional.

Komposisi pekerja berdasarkan tingkat pendidikan pun menunjukkan jurang yang cukup lebar. Setelah lulusan SD ke bawah, kelompok terbesar berikutnya adalah lulusan SMA sebanyak 30,53 juta orang atau 20,67 persen. Disusul lulusan SMP mencapai 26,04 juta orang dan lulusan SMK sebanyak 19,30 juta orang.

Sementara itu, pekerja lulusan Diploma IV hingga doktoral tercatat sebanyak 15,83 juta orang. Adapun lulusan Diploma I hingga III hanya sekitar 3,56 juta orang.

Berikut rincian penduduk bekerja berdasarkan tingkat pendidikan:

  • SD ke bawah: 52,41 juta orang (35,49 persen)
  • SMA: 30,53 juta orang (20,67 persen)
  • SMP: 26,04 juta orang (17,64 persen)
  • SMK: 19,30 juta orang (13,07 persen)
  • Diploma IV/S1/S2/S3: 15,83 juta orang (10,72 persen)
  • Diploma I/II/III: 3,56 juta orang (2,41 persen)
Baca Juga :  Fenomena Fantasi Sedarah di Media Sosial dan Polemik Hukuman Kebiri di Indonesia

Meski demikian, ada sinyal perubahan dalam struktur tenaga kerja Indonesia. Dalam periode Februari 2025 hingga Februari 2026, BPS mencatat peningkatan jumlah pekerja dari kelompok lulusan SMA, SMK, hingga pendidikan tinggi.

Kenaikan paling terlihat pada lulusan SMK yang naik dari 12,84 persen menjadi 13,07 persen. Sementara lulusan Diploma IV hingga doktoral juga meningkat dari 10,44 persen menjadi 10,62 persen.

Di sisi lain, proporsi pekerja lulusan SD ke bawah dan SMP mulai mengalami penurunan tipis dibanding tahun sebelumnya. Fenomena ini dinilai menjadi indikasi perlahan bergesernya kebutuhan pasar kerja ke tenaga kerja dengan keterampilan dan pendidikan lebih tinggi di tengah transformasi industri dan digitalisasi ekonomi nasional.***

Editor : Syafira

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel