TIMETODAY.ID, JAKARTA — Di balik tampilannya yang sederhana dan elegan, sushi ternyata menyimpan banyak fakta menarik yang belum tentu diketahui para penikmatnya. Kuliner khas Jepang ini memang sudah mendunia, termasuk di Indonesia. Namun, seiring popularitasnya, berbagai mitos tentang sushi juga ikut berkembang dan dipercaya begitu saja.
Padahal, beberapa anggapan yang selama ini dianggap benar ternyata keliru. Mulai dari cara makan, penggunaan wasabi, hingga soal ikan mentah, semuanya punya fakta tersendiri.
Nasi sushi ternyata harus tetap hangat
Banyak orang mengira suhu nasi tidak terlalu penting dalam penyajian sushi. Faktanya, nasi sushi atau shari justru ideal disajikan dalam kondisi hangat agar campuran cuka, gula, dan garam bisa menyatu sempurna dengan tekstur nasi.
“Nasi sushi harus disajikan hangat dan hanya ada waktu singkat ketika suhunya tetap ideal,” ujar koki Joel Hammond, murid chef sushi ternama Masaharu Morimoto.
Tidak semua jenis beras cocok untuk sushi
Mitos lain yang cukup populer adalah sushi bisa dibuat menggunakan semua jenis beras. Kenyataannya, sushi membutuhkan beras berbutir pendek dengan kandungan pati tinggi agar hasilnya lengket dan mudah dibentuk.
Jika memakai nasi biasa, tekstur sushi akan mudah berantakan dan rasa autentiknya berkurang.
Wasabi bukan sekadar penambah rasa pedas
Selama ini banyak orang menganggap wasabi hanya pelengkap untuk sensasi pedas. Padahal, bahan hijau khas Jepang tersebut memiliki fungsi penting sebagai antibakteri alami.
Dalam tradisi sushi klasik, wasabi bahkan ditempatkan langsung di antara nasi dan ikan untuk membantu mencegah pertumbuhan bakteri serta parasit.
Omakase tidak selalu identik dengan sushi
Konsep omakase juga sering disalahartikan sebagai paket makan sushi eksklusif. Padahal, omakase lebih mengarah pada gaya pelayanan di mana pelanggan menyerahkan pilihan menu sepenuhnya kepada chef.
Isi menu omakase bisa sangat beragam, mulai dari tempura, wagyu, yakitori, hingga hidangan pembuka khas Jepang lainnya.
“Omakase mendefinisikan pengalaman makan dan kepercayaan kepada chef, bukan hanya tentang sushi,” kata Hammond.
Makan sushi tak wajib memakai sumpit
Meski identik dengan sumpit, sushi sebenarnya boleh dimakan menggunakan tangan, terutama jenis nigiri. Cara ini bahkan dianggap membantu menjaga bentuk sushi tetap utuh saat disantap.
“Makan sushi dengan jari justru bisa menjaga keutuhan nigiri lebih baik,” ujar chef sushi Kwang Kim.
Sushi tidak selalu memakai ikan mentah
Salah satu kesalahpahaman terbesar adalah anggapan bahwa semua sushi berisi ikan mentah. Faktanya, sushi modern memiliki banyak variasi, termasuk menggunakan telur, ayam, sayuran, hingga bahan matang lainnya.
Yang membuat hidangan disebut sushi sebenarnya adalah nasi bercuka, bukan topping ikan mentahnya.
Tak semua sushi harus dicelup kecap asin
Soyu atau kecap asin memang sering menjadi pelengkap sushi. Namun, bukan berarti semua sushi wajib dicelupkan ke kecap. Banyak chef justru sudah menyesuaikan rasa sushi agar bisa langsung dinikmati tanpa tambahan apa pun.
Hal serupa berlaku untuk wasabi dan gari atau acar jahe. Semua kembali pada selera penikmatnya.
Memahami fakta-fakta ini membuat pengalaman menikmati sushi terasa lebih autentik. Di balik satu gigitan kecil sushi, ternyata ada filosofi, teknik, dan tradisi panjang yang tetap dijaga hingga sekarang.***
Editor : Syafira
Sumber : CNNIndonesia.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel








































