Donald Trump Sebut Iran Sepakati Proposal AS soal Senjata Nuklir

Donald Trump
Donald Trump. Foto: AP

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim pembicaraan terbaru antara Washington dan Teheran menunjukkan perkembangan positif. Dalam pernyataannya di Gedung Putih, Trump menyebut Iran disebut telah menyetujui salah satu tuntutan utama AS, yakni tidak memiliki senjata nuklir.

Pernyataan itu disampaikan Trump kepada wartawan di Ruang Oval pada Rabu (6/5/2026), menyusul intensitas komunikasi diplomatik yang disebut berlangsung dalam 24 jam terakhir.

“Kami melakukan pembicaraan yang sangat baik dengan Iran. Saat ini posisi kami cukup baik,” ujar Trump.

Advertisement

Trump menambahkan, peluang tercapainya kesepakatan antara kedua negara masih terbuka lebar, meski situasi kawasan Timur Tengah sebelumnya sempat memanas akibat ketegangan militer dan konflik di Selat Hormuz.

Baca Juga :  Perang 7 Pekan Lawan Iran, Persediaan Rudal AS Terkuras Hampir Separuh

“Besar kemungkinan kami akan mencapai kesepakatan. Mereka ingin membuat kesepakatan,” katanya.

Meski demikian, Trump menegaskan AS tetap akan mengambil langkah lebih besar apabila negosiasi tidak berjalan sesuai harapan Washington.

“Jika kami tidak mendapatkan apa yang memang harus kami dapatkan, maka kami harus melangkah jauh lebih besar lagi,” ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Trump juga menepis adanya tenggat waktu khusus bagi Iran untuk memberikan jawaban atas proposal terbaru yang diajukan AS terkait upaya mengakhiri konflik.

Baca Juga :  Polisi Tetapkan Sopir Truk Sebagai Tersangka Kecelakaan Maut di Tol Pandaan-Malang 

“Tidak pernah ada batas waktu. Itu akan terjadi, tetapi memang tidak pernah ditentukan tenggatnya,” kata Trump.

Trump kembali menegaskan posisi pemerintahannya terkait program nuklir Iran. Ia mengklaim Teheran telah menyetujui poin utama yang diinginkan AS.

“Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir, dan mereka tidak akan memilikinya. Mereka telah menyetujui hal itu, di antara beberapa poin lainnya,” ujarnya.

Namun hingga kini belum ada penjelasan rinci mengenai isi kesepakatan yang dimaksud maupun tanggapan resmi dari pemerintah Iran terkait klaim tersebut.***

Editor : Syafira

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel