TIMETODAY.ID, JAKARTA — Desainer asal Belgia, Benjamin Voortmans, kembali angkat bicara terkait polemik dugaan koleksi busana miliknya yang belum dikembalikan oleh tim Jisoo. Lewat video yang diunggah di Insta Story pada 6 Mei 2026, Voortmans menyebut persoalan tersebut mulai menemukan titik terang setelah mendapat kabar dari Amerika Serikat.
“Aku mendapat informasi dari Amerika bahwa masalah ini sudah selesai. Akan ada seseorang yang pergi ke Korea untuk mengambil barang-barangku,” ujar Benjamin Voortmans dalam video singkatnya.
Pernyataan itu muncul setelah sebelumnya ia ramai diperbincangkan karena secara terbuka menuding Jisoo “mencuri” tiga koleksi busananya. Dalam klarifikasinya, Voortmans menegaskan dirinya tidak pernah berniat menyerang sang idol secara personal.
“Aku tidak menyerang Jisoo. Aku hanya memakai namanya agar pihak mereka memberi respons, karena nama Jisoo memang tercantum dalam email permintaan koleksi untuk pemotretan,” katanya.
Voortmans menilai persoalan tersebut terjadi akibat buruknya komunikasi dari tim sang idol. Ia mengaku sudah berusaha menghubungi pihak terkait selama berbulan-bulan, namun tidak mendapat jawaban yang jelas mengenai keberadaan koleksi tersebut.
“Kami menunggu sekitar enam bulan untuk mendapatkan kabar, tetapi tidak ada respons. Mereka perlu belajar bagaimana menghadapi orang lain ketika ada masalah,” tuturnya.
Kasus ini bermula ketika brand Judassime mengirim sejumlah koleksi pakaian ke Korea Selatan untuk keperluan pemotretan yang disebut berkaitan dengan proyek BLACKPINK. Namun, menurut Voortmans, jadwal pemotretan terus mengalami penundaan.
Ia mengaku tidak keberatan apabila busananya batal digunakan. Meski begitu, dirinya berharap ada kepastian soal pengembalian koleksi yang dipinjam.
“Biasanya aku hanya meminjamkan koleksi selama satu atau dua minggu, paling lama sebulan. Tapi ketika aku meminta barang-barang itu dikembalikan, tidak ada tanggapan dari pihak mereka,” ungkapnya.
Voortmans juga menyebut tiga koleksi dari lini terbarunya hingga kini belum kembali. Karena nilai busana tersebut cukup tinggi, pihak Judassime sempat mengirim invoice dan kontrak kepada tim Jisoo, namun disebut tak mendapat balasan.
“Aku sudah tidak peduli apakah koleksiku dipakai atau tidak. Yang aku inginkan sekarang hanya semua barangku dikembalikan,” ujarnya.
Di akhir pernyataannya, Benjamin Voortmans meminta publik memahami emosinya saat pertama kali mengunggah video tudingan tersebut. Ia juga berharap persoalan itu segera selesai setelah ada pihak yang disebut akan mengambil koleksinya di Korea Selatan.***
Editor : Syafira
Sumber : Okezone.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel








































