TIMETODAY.ID, JAKARTA — Perawatan kulit dengan metode chemical peeling semakin banyak dipilih masyarakat, baik perempuan maupun laki-laki usia produktif. Prosedur ini dikenal efektif membantu mengatasi masalah kulit seperti flek hitam, pigmentasi, hingga wajah kusam yang kerap muncul akibat paparan sinar matahari dan polusi.
Secara medis, chemical peeling merupakan teknik eksfoliasi kulit menggunakan cairan kimia tertentu seperti asam glikolat, asam salisilat, atau asam trikloroasetat (TCA). Tujuannya untuk mengangkat sel kulit mati sekaligus merangsang regenerasi kulit baru yang lebih sehat.
Karena menggunakan bahan aktif dengan konsentrasi khusus, tindakan ini umumnya dilakukan oleh dokter kulit atau tenaga medis profesional di klinik kecantikan.
Proses Perawatan yang Bertahap
Dalam prosedurnya, kulit wajah terlebih dahulu dibersihkan sebelum larutan kimia dioleskan ke area yang ditargetkan. Setelah didiamkan dalam waktu tertentu, cairan kemudian dinetralisasi atau dibersihkan.
Beberapa hari setelah tindakan, kulit biasanya akan mengalami pengelupasan alami sebagai tanda pergantian sel baru. Proses ini tidak instan, karena umumnya chemical peeling dilakukan dalam beberapa sesi dengan jeda sekitar dua hingga empat minggu, tergantung kondisi kulit pasien.
Tiga Tingkatan Chemical Peeling
Perawatan ini terbagi menjadi tiga jenis berdasarkan kedalaman kerja bahan kimia:
- Superficial peel (peeling ringan)
Jenis ini bekerja di lapisan terluar kulit menggunakan bahan seperti AHA (misalnya asam glikolat atau laktat). Cocok untuk masalah ringan seperti kulit kusam dan flek tipis. Pemulihan relatif cepat, hanya kemerahan ringan selama beberapa hari. - Medium peel (peeling menengah)
Menggunakan bahan seperti TCA dengan konsentrasi sedang yang menembus lapisan kulit lebih dalam. Biasanya ditujukan untuk bekas jerawat, melasma, hingga pigmentasi sedang. Efek sampingnya berupa pengelupasan lebih jelas dengan masa pemulihan sekitar satu hingga dua minggu. - Deep peel (peeling dalam)
Ini merupakan prosedur paling intens dengan bahan kimia kuat seperti fenol. Digunakan untuk kasus berat seperti kerutan dalam atau bekas luka parah. Proses pemulihan bisa memakan waktu berminggu-minggu dan wajib dilakukan di bawah pengawasan medis ketat.
Manfaat: Bukan Sekadar Mencerahkan
Selain membuat kulit tampak lebih cerah, chemical peeling juga memiliki sejumlah manfaat lain, di antaranya:
- Mengurangi flek hitam dan pigmentasi
- Mencerahkan kulit kusam
- Menghaluskan tekstur dan mengecilkan tampilan pori
- Memudarkan bekas jerawat
- Merangsang produksi kolagen untuk kulit lebih elastis
Dengan kata lain, prosedur ini tidak hanya bersifat estetika, tetapi juga membantu proses peremajaan kulit dari dalam.
Efek Samping yang Perlu Diwaspadai
Meski tergolong aman bila dilakukan oleh tenaga profesional, chemical peeling tetap memiliki risiko, seperti kemerahan, iritasi, pengelupasan berlebih, hingga perubahan warna kulit sementara. Pada kasus tertentu, infeksi atau reaksi alergi juga dapat terjadi.
Karena itu, pemilihan jenis peeling dan konsentrasi bahan harus disesuaikan dengan kondisi kulit masing-masing individu.
Tidak Semua Orang Bisa Menjalani
Perawatan ini umumnya dianjurkan untuk orang dewasa dengan masalah pigmentasi, bekas jerawat, atau kulit kusam. Namun, tidak disarankan bagi mereka yang memiliki infeksi kulit aktif, alergi berat, ibu hamil tertentu, atau penderita penyakit kulit seperti eksim dan psoriasis.
Perawatan Sebelum dan Sesudah
Agar hasil optimal, pasien disarankan menghindari retinol atau tindakan agresif seperti waxing sebelum prosedur. Setelah peeling, penggunaan sunscreen dan pelembap menjadi kunci utama menjaga kulit baru tetap sehat. Pasien juga tidak dianjurkan mengelupas kulit secara paksa.
Hasil Bertahap
Perubahan biasanya mulai terlihat dalam satu hingga dua minggu, terutama pada kasus ringan. Namun untuk hasil maksimal, beberapa sesi perawatan sering kali dibutuhkan selama dua hingga tiga bulan.
Dalam dunia perawatan kulit modern, chemical peeling kini bukan sekadar tren, melainkan bagian dari pendekatan medis untuk memperbaiki kualitas kulit secara bertahap. Namun, hasil terbaik tetap bergantung pada kondisi kulit, ketepatan prosedur, dan disiplin perawatan setelah tindakan.***
Editor : Syafira
Sumber : alodokter.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































