TIMETODAY.ID, JAKARTA — Ketegangan di kawasan Teluk Persia kembali meningkat setelah Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, melontarkan pernyataan tegas yang ditujukan kepada Amerika Serikat dan pihak-pihak yang dianggap mencoba mencampuri stabilitas kawasan.
Dalam pernyataan terbarunya, Mojtaba menegaskan bahwa Iran tidak akan mentoleransi intervensi asing, khususnya di jalur strategis seperti Selat Hormuz. Ia bahkan mengingatkan bahwa pihak mana pun yang mencoba mengganggu akan menghadapi konsekuensi serius.
“Siapa pun yang mencoba mencampuri kawasan ini akan menghadapi akibatnya. Mereka tidak akan bertahan lama,” tegas Mojtaba dalam pernyataannya, Sabtu (2/5/2026).
Klaim Kekalahan AS dan Babak Baru Kawasan
Mojtaba juga menyebut bahwa Amerika Serikat telah mengalami kegagalan dalam upaya militernya di kawasan. Ia menilai situasi saat ini justru membuka fase baru bagi Teluk Persia, yang menurutnya akan lebih stabil tanpa kehadiran Washington.
“Hari ini, setelah agresi besar yang dilakukan kekuatan global dan kegagalan mereka, babak baru sedang dimulai di Teluk Persia dan Selat Hormuz,” ujarnya.
Pernyataan ini sekaligus membantah klaim Presiden AS, Donald Trump, terkait kemampuan negaranya untuk menekan Iran melalui jalur laut.
Memanas Sejak Blokade Pelabuhan
Situasi geopolitik di kawasan memang kian tegang sejak AS memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran pada pertengahan April. Kebijakan tersebut memperburuk hubungan kedua negara dan mempersempit peluang dialog diplomatik.
Di sisi lain, pemerintah AS dilaporkan tengah mengupayakan pembentukan koalisi internasional bersama negara sekutu dan pelaku industri pelayaran guna menjaga keamanan jalur perdagangan global di Selat Hormuz.
Pemimpin Baru di Tengah Ketegangan
Mojtaba Khamenei sendiri disebut belum banyak tampil di publik sejak serangan gabungan AS-Israel beberapa waktu lalu yang menewaskan ayahnya. Meski sempat dilaporkan mengalami luka serius, ia kini memegang posisi tertinggi di Iran di tengah situasi yang penuh tekanan.
Pernyataannya kali ini menegaskan arah kebijakan Teheran yang semakin keras, sekaligus menjadi sinyal bahwa konflik di kawasan Teluk Persia berpotensi terus bereskalasi dalam waktu dekat.***
Editor : Syafira
Sumber : iNews.id
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































