IGI Bogor Kritik MBG: Guru Bukan Petugas Bagi-Bagi Makanan

IGI
Ketua IGI Kabupaten Bogor, Kusma Gumarang. FOTO : TIMETODAY.ID/AMELIA AZIZAH.

TIMETODAY.ID, BOGOR – Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kabupaten Bogor Jawa Barat mengkritik pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai telah menjadikan guru sebagai petugas distribusi makanan, alih-alih menjalankan tugas utamanya sebagai pendidik.

Ketua IGI Kabupaten Bogor, Kusma Gumarang, mengatakan keterlibatan guru dalam kegiatan teknis seperti menerima, membagikan, hingga mengawasi pengembalian wadah makanan telah menyita jam mengajar di kelas.

“Programnya sangat bagus, tetapi menurut kondisi di lapangan, program ini masih belum berjalan dengan baik,” ujar Kusma, Jumat (1/5/2026).

Advertisement

Ia merinci, guru kini harus menjalankan piket MBG di sela-sela jam mengajar.

“Guru itu ada jam ngajar, jam di kelas. Mereka harus piket MBG, bagikan ransum anak mulai pukul 10.00 WIB saat makanan datang, mengarahkan anak-anak, sampai menunggu pengembalian wadah makannya,” jelas Kusma.

Baca Juga :  Kapal Feri Tenggelam di Negara Bagian Sungai Nil, 21 Orang Dilaporkan Tewas

Kondisi itu, menurutnya, secara langsung mengganggu kegiatan belajar mengajar di sekolah. Ia menegaskan seharusnya ada petugas khusus yang menangani distribusi makanan agar guru dapat fokus pada proses pendidikan.

Selain persoalan teknis, IGI Kabupaten Bogor juga mengingatkan pemerintah agar pelaksanaan MBG diimbangi dengan perbaikan infrastruktur sekolah. Kusma menilai pemberian gizi yang baik tidak akan berdampak maksimal jika fasilitas belajar siswa belum memadai.

“Bagaimana mau mencerdaskan anak dengan makanan bergizi, kalau kondisi sekolahnya saja tidak nyaman,” kata Kusma.

Baca Juga :  Pengurus dan Pengawas KSP SB Siap Jalankan Program Kerja

Ia juga menyoroti perlunya kesetaraan beban kerja antara guru dan pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam pelaksanaan program ini.

“Yang penting ada kesetaraan. Memang tidak bisa disamakan begitu saja karena porsi kerjanya berbeda antara guru dengan SPPG,” ungkapnya.

IGI Kabupaten Bogor berharap pemerintah segera mengevaluasi mekanisme pelaksanaan MBG sehingga program tersebut tidak menggeser tanggung jawab utama guru sebagai tenaga pendidik.

“Kami terus mendorong kesejahteraan dan perlindungan guru. Mudah-mudahan sejalan dengan program pemerintah untuk sama-sama baik ke depannya,” tutup Kusma.

Editor : B. Supriyadi

Wartawan : Amelia Azizah

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel