10 Ribu Buruh Siap Kepung DPR di May Day 2026, Soroti Upah hingga PHK

DPR
Ilustrasi Peringatan Hari Buruh Internasional buruh akan menggelar aksi unjuk rasa di Gedung DPR. Foto: Dok. Okezone

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Sekitar 10.000 buruh dijadwalkan menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR RI, Jakarta, pada Jumat (1/5/2026). Aksi ini menjadi bagian dari peringatan Hari Buruh Internasional yang setiap tahun dimanfaatkan sebagai momentum menyuarakan isu ketenagakerjaan.

Aksi tersebut akan diikuti massa dari Konfederasi KASBI bersama Aliansi Gerakan Buruh Bersama Rakyat. Ketua Umum KASBI, Sunarno, menyebut demonstrasi ini bersifat mandiri dan tidak bergabung dengan agenda perayaan lain.

Aksi Terpisah dari Perayaan di Monas

Menurut Sunarno, aksi di DPR berbeda dengan kegiatan “May Day Fiesta” yang digelar di kawasan Monas. Ia menilai peringatan Hari Buruh seharusnya tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menjadi ruang untuk menyampaikan tuntutan nyata buruh.

Advertisement

Fenomena aksi terpisah ini juga terjadi secara lebih luas, di mana sebagian kelompok buruh memilih fokus pada demonstrasi di DPR untuk menagih kebijakan ketenagakerjaan yang belum terealisasi .

Baca Juga :  HUT ke-80 RI, Keliling Jakarta Naik MRT-LRT-Transjakarta Cuma Rp80

Tema yang diangkat dalam aksi kali ini adalah penolakan terhadap kapitalisme, imperialisme, dan militerisme, sekaligus mendorong terwujudnya kerja, upah, dan kehidupan yang layak.

Soroti Sistem Kerja hingga UU Cipta Kerja

Dalam keterangannya, KASBI menilai kondisi perburuhan saat ini masih jauh dari ideal. Salah satu sorotan utama adalah sistem kerja fleksibel atau labour market flexibility yang dinilai membuat status pekerja semakin tidak pasti.

Mereka juga mengkritisi regulasi seperti UU Cipta Kerja dan aturan turunannya yang dianggap memperbesar potensi pelanggaran hak buruh di berbagai sektor.

Secara umum, tuntutan buruh dalam aksi May Day tahun ini juga sejalan dengan isu yang kerap disuarakan secara nasional, seperti desakan pembentukan undang-undang ketenagakerjaan baru dan perlindungan dari PHK massal .

Daftar Tuntutan Buruh

Dalam aksi tersebut, massa membawa sejumlah tuntutan utama, di antaranya:

  • Pembentukan UU Ketenagakerjaan yang berpihak pada buruh
  • Reformasi sistem pengupahan dan penghapusan disparitas upah
  • Kepastian kerja dengan menghapus outsourcing dan kontrak tidak tetap
  • Perlindungan buruh perempuan dan disabilitas
  • Penghentian PHK massal dan pemberangusan serikat
  • Akses pendidikan dan kesehatan gratis
  • Penegakan demokrasi sipil dan penghentian kriminalisasi aktivis
  • Reforma agraria dan penghentian penggusuran
  • Solidaritas terhadap isu global dan konflik internasional
Baca Juga :  Catat! Lokasi 8 Panggung Tahun Baru 2026 di Jakarta dan Daftar Jalan yang Ditutup

May Day Jadi Momentum Tekanan Kebijakan

Aksi di depan DPR diperkirakan menjadi salah satu dari rangkaian demonstrasi besar buruh di berbagai daerah. Secara nasional, peringatan May Day 2026 diprediksi melibatkan ratusan ribu pekerja di berbagai kota .

Bagi kalangan buruh, peringatan Hari Buruh bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan momen penting untuk menekan pemerintah dan parlemen agar segera merealisasikan kebijakan yang dinilai lebih berpihak pada pekerja.

Aksi malam ini pun akan menjadi penanda sejauh mana suara buruh kembali menggema di pusat kekuasaan.***

Editor : Syafira

Sumber : iNews.id

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel