Eksion Jadi Andalan, Wuling Kejar Stabilitas Penjualan di Tengah Tantangan Pasar

Wuling
Wuling Eksion. Foto: dok. Wuling

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Produsen otomotif Wuling Motors terus memperkuat lini kendaraan elektrifikasinya di pasar Indonesia. Setelah menghadirkan sejumlah model baru, kini SUV tujuh penumpang Eksion disiapkan menjadi andalan untuk mendorong penjualan sepanjang 2026.

Berdasarkan data penjualan ritel kuartal pertama 2026, Wuling mencatat distribusi sebanyak 3.643 unit ke konsumen. Capaian tersebut membawa Wuling menguasai pangsa pasar sekitar 1,7 persen dan menempatkannya di posisi ke-12 merek mobil terlaris nasional.

Kehadiran Wuling Eksion diharapkan bisa menjadi pendorong tambahan. Model ini hadir sebagai SUV 7-seater dengan dua opsi teknologi, yakni Battery Electric Vehicle (BEV) dan Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV).

Advertisement

Meski menambah amunisi baru, Wuling tidak memasang target yang terlalu agresif. Perusahaan memilih menjaga stabilitas penjualan di tengah kondisi pasar yang dinamis.

Baca Juga :  Jadwal dan Lokasi Layanan SIM Keliling Kota Bogor, Jumat 9 Agustus 2024

“Pangsa pasar kita mencoba maintain di 2,5 persen, sama seperti tahun lalu,” ujar Marketing Director Wuling Motors, Ricky Christian.

Sebagai perbandingan, sepanjang 2025 Wuling mencatat penjualan 20.607 unit dengan pangsa pasar 2,5 persen, sekaligus menempatkannya di posisi kesembilan merek mobil terlaris di Indonesia.

Di segmen mobil asal China, Wuling juga menghadapi persaingan ketat dari BYD yang saat ini memiliki pangsa pasar lebih besar, yakni sekitar 5,3 persen.

Wuling berharap pasar otomotif nasional dapat terus tumbuh, meski sejumlah tantangan masih membayangi. Data wholesales menunjukkan kenaikan tipis sebesar 1,7 persen pada kuartal pertama 2026.

Baca Juga :  Lompat-Lompat di Lampu Merah, Supercar China Sindir Lamborghini?

Namun, industri otomotif masih dihadapkan pada berbagai faktor seperti fluktuasi nilai tukar, kenaikan harga bahan baku, hingga kebijakan perpajakan.

“Masih sulit diprediksi karena ada banyak faktor seperti perubahan tarif dan permintaan pasar yang terus kami pantau,” kata Ricky.

Ia menambahkan, tren penjualan pada kuartal kedua biasanya cenderung menurun dibanding kuartal pertama, seiring berakhirnya momentum libur panjang dan periode belanja masyarakat.

Meski demikian, Wuling tetap optimistis pasar otomotif bisa kembali tumbuh pada paruh kedua tahun ini, terutama di kuartal ketiga dan keempat.***

Editor : Syafira

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel