TIMETODAY.ID, JAKARTA — Menteri Tenaga Kerja Amerika Serikat, Lori Chavez-DeRemer, resmi mengundurkan diri dari jabatannya di pemerintahan Donald Trump. Keputusan ini diambil setelah dirinya terseret dalam sejumlah kontroversi, termasuk tuduhan perilaku tidak pantas terhadap staf perempuan muda.
Pengunduran diri tersebut sekaligus mengakhiri spekulasi yang berkembang dalam beberapa pekan terakhir terkait masa depan jabatannya. Chavez-DeRemer menyampaikan keputusan itu melalui pernyataan di media sosial.
“Meski masa jabatan saya telah berakhir, bukan berarti saya berhenti memperjuangkan para pekerja Amerika,” tulisnya, seraya menambahkan bahwa ia akan kembali berkiprah di sektor swasta.
Rentetan Kasus di Internal Departemen
Kontroversi yang menyeret Chavez-DeRemer mencuat setelah muncul laporan mengenai komunikasi yang dianggap tidak pantas antara dirinya, ajudan, hingga anggota keluarganya dengan staf muda di Departemen Tenaga Kerja.
Laporan The New York Times menyebut adanya pesan singkat yang berisi permintaan pribadi kepada staf, termasuk permintaan membawa minuman saat perjalanan dinas. Selain itu, anggota keluarga Chavez-DeRemer juga disebut terlibat dalam komunikasi dengan staf perempuan, yang kemudian menjadi bagian dari investigasi internal.
Penyelidikan tersebut turut memicu konsekuensi di lingkup internal. Beberapa pejabat dalam tim Chavez-DeRemer dilaporkan telah diberhentikan, termasuk staf senior.
Aduan Lingkungan Kerja
Setidaknya tiga pegawai Departemen Tenaga Kerja AS diketahui telah mengajukan laporan pelanggaran hak sipil. Mereka menggambarkan kondisi kerja yang dinilai tidak kondusif dan memicu kekhawatiran di kalangan staf.
Meski demikian, Chavez-DeRemer sendiri belum secara langsung didakwa melakukan pelanggaran terkait kasus yang melibatkan anggota keluarganya. Namun, laporan media lain menyebut adanya tuduhan pelecehan seksual yang diarahkan kepada suaminya.
Deretan Pejabat Tinggi Mundur
Pengunduran diri ini menambah daftar pejabat tinggi perempuan yang keluar dari kabinet Trump dalam waktu berdekatan, setelah sebelumnya Kristi Noem dan Pam Bondi juga meninggalkan jabatan mereka.
Situasi ini mencerminkan tekanan yang tengah dihadapi pemerintahan AS akibat berbagai isu internal yang mencuat ke publik dalam beberapa waktu terakhir.***
Editor : Syafira
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































