Budidaya Maggot dan Industri Rumahan Jadi Tulang Punggung Ekonomi Kelurahan Sukasari

budidaya maggot
Lurah Sukasari, Surya Hasan. Foto : timetoday.id/B. Supriyadi.

TIMETODAY.ID, BOGOR –  Di balik kepadatan pemukiman dan geliat perdagangan di jantung Bogor Timur, Kota Bogor, Jawa Barat, Kelurahan Sukasari diam-diam membangun fondasi ekonomi kerakyatan yang bertumpu pada dua kekuatan, yakni budidaya maggot dan industri rumahan yang selama ini luput dari sorotan publik.

Lurah Sukasari, Surya Hasan, memaparkan bahwa wilayah seluas kurang lebih 48 hektar dengan 12.246 jiwa penduduk itu kini tengah mengintegrasikan pengelolaan sampah organik dengan rantai produksi pangan lokal.

Melalui sinergi antara Bank Sampah Siliwangi dan Kelompok Tani Dewasa Mulya Tani, limbah domestik warga diolah menjadi pakan maggot yang kemudian diproses menjadi pelet ikan bernutrisi tinggi. Hasilnya signifikan, siklus panen ikan lele dan nila yang semula memakan waktu dua setengah bulan terpangkas menjadi hanya satu setengah bulan.

Advertisement

“Dari maggot ini perkembangannya lebih cepat. Produknya pun beragam, mulai dari maggot segar, maggot kering, hingga pupuk cair yang kualitasnya lebih bagus dari pasaran,” ujarnya dalam acara Press Gathering yang digelar di Aula Kelurahan Sukasari, Selasa (21/4/2026).

Baca Juga :  Kemacetan di Puncak Jadi Atensi DPRD Kabupaten Bogor

Inovasi tersebut turut memperkuat sistem pertanian hidroponik yang berjalan di kawasan Sukamulya, menciptakan ekosistem produksi pangan mandiri di tengah permukiman urban.

Namun potensi Sukasari tak berhenti di sana. Surya membuka fakta yang selama ini tersembunyi dari publik luas, sejumlah kuliner ikonik yang viral di kawasan Suryakencana, termasuk Cungkring dan Sate Kulit, sesungguhnya diproduksi di dapur-dapur rumahan Sukasari. Denyut industri kecil itu juga terasa pada produksi sabun batangan tradisional, kerajinan sandal, hingga usaha rajut yang masih bertahan hingga kini.

Kualitas produk lokal tersebut, menurut Surya, tidak perlu diragukan. Pengrajin sandal setempat bahkan pernah ditantang memproduksi model bermerek,  dan hasilnya laku keras di pasaran.

Baca Juga :  Jembatan Penghubung Bogor-Karawang Ambruk Diterjang Luapan Sungai Ciomas

“Kami butuh peran wartawan untuk membantu mempromosikan UMKM ini agar lebih menggigit di pasaran,” katanya.

Untuk memperkuat ekosistem ekonomi tersebut, Koperasi Merah Putih kini aktif beroperasi mengelola unit usaha mulai dari penjualan air mineral hingga kebutuhan pokok warga.

Di sisi sosial, Sukasari juga meresmikan Sentra Cipta Mandiri, sebuah fasilitas rehabilitasi bagi warga dengan gangguan jiwa di atas lahan hibah pemerintah daerah. Sementara itu, pengembangan kawasan tepi Sungai Ciliwung melalui proyek jogging track bertajuk “Sukasari Riverside” terus digenjot sebagai ruang publik dan destinasi wisata air berbasis komunitas.

Surya menegaskan bahwa seluruh program tersebut digerakkan oleh kolaborasi tiga pihak, yakni pemerintah, masyarakat, dan insan pers.

“Kami optimis potensi besar yang ada di sini bisa menjadi penggerak utama ekonomi Kota Bogor,” tuntasnya.

Editor : B. Supriyadi

Wartawan : B. Supriyadi

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel