TIMETODAY.ID, JAKARTA — Apple dikabarkan belum siap merilis ponsel layar lipat pertamanya dalam waktu dekat. Meski sempat dirumorkan akan meluncur bersamaan dengan seri iPhone 18 Pro, perangkat yang kerap disebut sebagai iPhone Fold justru berpotensi mengalami penundaan.
Laporan dari Nikkei menyebut, Apple tengah menghadapi kendala teknis dalam tahap awal pengujian produksi. Masalah ini muncul saat proses verifikasi, yaitu fase krusial sebelum perangkat masuk ke produksi massal. Tahap ini menjadi penentu apakah desain dan komponen sudah benar-benar siap untuk dipasarkan.
Sumber internal menyebut, periode April hingga awal Mei menjadi momen penentuan. Jika hambatan teknis belum teratasi, jadwal produksi besar-besaran bisa terdampak. Situasi ini membuat proyek iPhone layar lipat berada di bawah tekanan waktu yang ketat.
Sebagai perangkat dengan desain baru, iPhone lipat harus melewati serangkaian tahapan pengujian yang lebih kompleks dibanding model sebelumnya. Setelah verifikasi produksi, perangkat masih harus melalui tahap produksi percontohan sebelum akhirnya masuk ke jalur produksi massal.
Di sisi lain, Apple sebenarnya telah menyiapkan peluncuran perangkat premium pada agenda tahunan mereka. Namun keterbatasan komponen, termasuk pasokan chip memori, ikut memperumit rencana tersebut.
Meski begitu, iPhone layar lipat diperkirakan hanya akan menjadi produk niche di tahap awal. Produksinya disebut-sebut tidak akan lebih dari 10% total produksi iPhone, dengan estimasi awal sekitar 7–8 juta unit.
Sejumlah analis, termasuk Mark Gurman dan Ming-Chi Kuo, memprediksi perangkat ini baru akan tersedia untuk publik pada akhir 2026. Bahkan, jika persoalan manufaktur dan daya tahan belum sepenuhnya teratasi, peluncuran bisa mundur hingga 2027.
Dengan berbagai tantangan tersebut, kehadiran iPhone layar lipat tampaknya masih membutuhkan waktu. Apple terlihat memilih pendekatan hati-hati demi memastikan produk generasi pertamanya benar-benar matang sebelum sampai ke tangan pengguna.***
Editor : Syafira
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel








































