Anak Demam dan Menggigil? Begini Langkah Sederhana untuk Membantu Mereka

Anak
ilustrasi Anak yang menggigil saat demam. Foto: istock

TIMETODAY.ID, JAKARTA Anak yang menggigil saat demam seringkali membuat orang tua cemas. Apalagi bila suhu tubuh tinggi atau anak tampak lemas dan lesu. Kondisi ini sebenarnya umum terjadi pada anak-anak, tapi penting untuk memahami penyebab dan cara menanganinya agar si kecil tetap nyaman di rumah.

Menurut para ahli, menggigil saat demam adalah reaksi alami tubuh. Otot-otot anak berkontraksi cepat untuk membantu menaikkan suhu tubuh, sehingga tubuh dapat melawan infeksi yang mungkin disebabkan virus atau bakteri. Gejala ini bisa muncul tiba-tiba, terutama saat demam mulai naik.

Penyebab Anak Menggigil Saat Demam

  1. Infeksi virus atau bakteri
    Menggigil bisa menjadi tanda tubuh sedang melawan infeksi. Flu, demam berdarah, radang tenggorokan, infeksi saluran kemih, diare, meningitis, hingga pneumonia, semuanya bisa memicu demam disertai menggigil.
  2. Paparan udara dingin
    Lingkungan yang terlalu dingin, termasuk dari AC atau kipas angin, dapat membuat tubuh anak menggigil untuk menyesuaikan suhu internal. Pakaian tipis pada saat demam dapat memperkuat sensasi ini.
  3. Efek imunisasi
    Reaksi ringan setelah vaksin juga dapat memicu demam dan menggigil. Biasanya muncul 1–2 hari pasca imunisasi, disertai nyeri di area suntikan atau rewel, dan akan hilang sendiri.
  4. Kenaikan suhu tubuh yang cepat
    Pada awal demam, otak menaikkan “set point” suhu tubuh sehingga anak merasa kedinginan meski tubuh sedang panas. Menggigil biasanya akan berkurang ketika suhu tubuh mencapai titik tertentu, digantikan rasa panas dan berkeringat.
  5. Dehidrasi
    Demam membuat tubuh kehilangan cairan lebih banyak. Jika anak tidak cukup minum, dehidrasi ringan bisa memperparah menggigil, ditandai mulut kering, lemas, dan jarang buang air kecil.
Baca Juga :  Drama Rp7 Miliar di Balik Pengakuan Denada kepada Ressa Rizky

Tips Pertolongan Pertama

  • Kenakan pakaian nyaman atau selimut tipis agar tubuh tetap hangat tanpa membuat kepanasan.
  • Hindari paparan langsung dari AC atau kipas angin.
  • Pastikan anak cukup minum air, ASI, atau susu.
  • Ukur suhu tubuh secara berkala, misalnya setiap 4–6 jam.
  • Kompres hangat di ketiak atau lipatan paha untuk menurunkan suhu secara perlahan.
  • Berikan obat penurun panas seperti paracetamol atau ibuprofen sesuai dosis jika suhu di atas 38,5°C atau anak tampak tidak nyaman.
Baca Juga :  Dukung Anak Tanpa Menekan: Empat Kalimat yang Sebaiknya Tak Diucapkan Orang Tua

Kapan Harus Waspada

Meski umumnya aman, orang tua harus segera mencari bantuan medis bila anak mengalami:

Advertisement
  • Sulit dibangunkan atau sangat lemas
  • Napas cepat, sesak, atau berbunyi
  • Kejang
  • Leher terasa kaku
  • Muncul ruam merah di kulit
  • Muntah terus-menerus atau menolak minum
  • Demam lebih dari 3 hari atau suhu di atas 40°C

Pencegahan dan Perawatan

Agar risiko menggigil saat demam berkurang, pastikan anak mendapatkan imunisasi lengkap dan membiasakan cuci tangan. Menjaga suhu ruangan nyaman serta kecukupan cairan dan nutrisi juga penting. Tubuh anak yang sehat akan lebih kuat melawan infeksi dan membuat kondisi demam lebih terkendali.

Dengan pemahaman dan penanganan yang tepat, menggigil saat demam bukan lagi momen yang menakutkan. Orang tua dapat lebih tenang, sementara anak pun bisa pulih dengan nyaman di rumah.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel