TIMETODAY.ID, JAKARTA — Ketegangan konflik di Timur Tengah kembali memanas setelah sebuah jet tempur F-15 Eagle dilaporkan jatuh di wilayah Iran. Insiden ini memicu upaya pencarian intensif dari kedua pihak, baik Iran maupun Amerika Serikat.
Pemerintah Iran mengklaim pesawat tersebut berhasil ditembak jatuh oleh sistem pertahanan udara mereka. Sementara itu, laporan dari media AS menyebutkan satu dari dua awak pesawat telah berhasil diselamatkan, sedangkan satu lainnya masih dalam pencarian.
“Pesawat musuh berhasil dihancurkan di wilayah udara Iran dan saat ini proses pencarian awak masih berlangsung,” demikian pernyataan otoritas militer Iran.
Selain insiden F-15, Iran juga mengklaim telah menjatuhkan pesawat militer lain milik AS di kawasan Teluk. Namun, pihak Amerika disebut telah berhasil mengevakuasi pilot dari insiden tersebut.
Hingga kini, pihak militer AS belum memberikan pernyataan resmi terkait jatuhnya pesawat tersebut. Gedung Putih hanya menyampaikan bahwa Presiden Donald Trump telah menerima laporan terkait kejadian ini.
“Presiden telah mendapatkan briefing mengenai situasi tersebut,” ujar juru bicara Gedung Putih.
Dalam pernyataannya kepada media, Trump menegaskan insiden ini tidak akan memengaruhi arah kebijakan atau negosiasi yang tengah berlangsung.
“Ini tidak mengubah apa pun. Ini adalah bagian dari perang,” katanya.
Di sisi lain, laporan dari media Iran menyebut adanya imbalan bagi pihak yang menemukan awak pesawat dalam kondisi hidup, menandakan pentingnya informasi tersebut dalam situasi konflik saat ini.
Insiden ini menambah daftar panjang kerugian militer dalam konflik yang telah berlangsung lebih dari satu bulan. Situasi yang terus memanas tidak hanya berdampak pada stabilitas kawasan, tetapi juga turut mengguncang kondisi ekonomi global.***
Editor : Syafira
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































