Bitung Diguncang Ratusan Gempa Susulan, Warga Diminta Tetap Waspada

Gempa
Ilustrasi gempa bumi. Foto: istock

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Getaran demi getaran masih terasa di wilayah timur Indonesia pascagempa besar yang mengguncang Bitung, Sulawesi Utara. Hingga Jumat (3/4/2026) sore, BMKG mencatat total 544 gempa susulan terjadi setelah gempa utama bermagnitudo 7,6.

Pelaksana Tugas Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, menyampaikan bahwa intensitas gempa susulan kini menunjukkan tren penurunan. Dari ratusan gempa tersebut, kekuatan terbesar tercatat mencapai magnitudo 5,8, sementara yang terkecil berada di magnitudo 1,7.

“Jumlah gempa susulan mencapai 544 kali, namun saat ini trennya mulai menurun,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Advertisement
Baca Juga :  Getaran Gempa 3,2 M Terasa di Blitar, BMKG Ingatkan Potensi Gempa Susulan

Gempa utama yang terjadi pada Kamis (2/4) itu dikategorikan sebagai gempa megathrust. Pusat gempa berada di laut dengan kedalaman sekitar 33 kilometer, menjadikannya termasuk gempa dangkal yang berpotensi menimbulkan dampak signifikan.

Menurut Rahmat, sumber gempa berasal dari aktivitas subduksi di Laut Maluku yang menekan wilayah Sulawesi Utara. Mekanisme yang terjadi adalah sesar naik (thrust fault), jenis pergerakan yang dikenal memiliki potensi tinggi memicu tsunami.

“Karena mekanismenya sesar naik, potensi tsunami memang lebih besar dibandingkan sesar mendatar. Itu sebabnya peringatan dini langsung kami keluarkan,” jelasnya.

Baca Juga :  Getaran Dangkal Sumenep, BMKG Pastikan Tak Ada Ancaman Tsunami

BMKG juga mencatat adanya kenaikan muka air laut di sejumlah titik. Di antaranya terdeteksi di wilayah Halmahera Barat dengan ketinggian 0,30 meter, Bitung 0,20 meter, Sidangoli 0,35 meter, Minahasa Utara mencapai 0,75 meter, serta Belang 0,68 meter.

Meski ketinggian tsunami tergolong kecil, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi gempa susulan. BMKG menegaskan bahwa data yang disampaikan masih dapat berubah seiring pembaruan informasi di lapangan.

Situasi di wilayah terdampak kini perlahan berangsur stabil, namun kewaspadaan tetap menjadi kunci di tengah aktivitas seismik yang belum sepenuhnya berhenti.

Editor : Syafira

Sumber : iNews.id

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel