
TIMETODAY.ID, JAKARTA – Pemerintah Amerika Serikat dilaporkan mengajukan proposal perdamaian berisi 15 poin kepada Iran sebagai upaya meredakan konflik di kawasan Timur Tengah. Usulan tersebut disampaikan melalui jalur negara mediator.
Harian The New York Times, mengutip dua pejabat AS, menyebut proposal itu dikirim melalui Pakistan. Dokumen tersebut mencakup sejumlah langkah terkait pengendalian program nuklir dan rudal balistik Iran, serta isu keamanan maritim di Selat Hormuz.
Meski demikian, belum ada kejelasan mengenai respons Iran terhadap tawaran tersebut, termasuk kemungkinan penerimaan atau penolakan. Sikap Israel terhadap proposal itu juga belum diketahui. Hingga kini, situasi di kawasan dilaporkan belum menunjukkan tanda-tanda mereda.
Dalam proses komunikasi tidak langsung tersebut, pejabat militer Pakistan, Syed Asim Munir, disebut berperan sebagai perantara utama antara AS dan Iran. Pakistan juga menyatakan kesiapannya untuk menjadi tuan rumah perundingan apabila kedua pihak menyetujui dialog lebih lanjut.
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengumumkan penundaan rencana serangan terhadap fasilitas energi Iran selama lima hari. Ia menyebut keputusan itu diambil karena proses komunikasi dengan Iran dinilai berjalan positif dan produktif.
Di sisi lain, pihak Iran membantah adanya negosiasi langsung dengan Amerika Serikat, namun mengonfirmasi bahwa komunikasi tidak langsung tetap berlangsung melalui sejumlah negara mitra.***
Editor : Syafira
Sumber : iNews.id
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel




































