
TIMETODAY.ID, JAKARTA – pembersihan lumpur di sejumlah wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan. Hingga awal Maret 2026, penanganan terus dilakukan oleh Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatra bersama berbagai lembaga terkait.
Upaya ini dilakukan untuk mempercepat pemulihan wilayah yang terdampak, terutama di kawasan permukiman warga, fasilitas umum, hingga akses jalan.
Tahap Rehabilitasi Pascabencana
Juru Bicara Satgas PRR Pascabencana Sumatra, Amran, menjelaskan bahwa pembersihan lumpur merupakan bagian penting dari tahap rehabilitasi setelah bencana.
Menurutnya, langkah ini bertujuan memulihkan aktivitas masyarakat agar fasilitas publik serta lingkungan tempat tinggal dapat kembali digunakan secara normal.
“Pembersihan lumpur merupakan bagian dari tahap rehabilitasi pascabencana yang bertujuan untuk memulihkan akses masyarakat serta memastikan fasilitas publik dapat kembali berfungsi,” ujar Amran dalam keterangannya, Selasa (10/3/2026).
Persentase Wilayah yang Dibersihkan Capai 80 Persen
Berdasarkan data terbaru Satgas PRR per Senin (9/3/2026), dari total 508 lokasi yang menjadi target pembersihan lumpur di tiga provinsi tersebut, sebanyak 406 lokasi telah berhasil dibersihkan.
Jumlah tersebut setara dengan sekitar 80 persen dari total wilayah terdampak. Sementara itu, 102 lokasi lainnya masih dalam proses penanganan.
Aceh Jadi Wilayah dengan Titik Terbanyak
Di antara tiga provinsi terdampak, wilayah Aceh menjadi daerah dengan jumlah lokasi pembersihan lumpur terbanyak.
Dari total 455 lokasi yang menjadi target, sebanyak 366 lokasi telah selesai dibersihkan, sedangkan 89 lokasi lainnya masih dalam tahap pengerjaan.
Sementara itu di Sumatra Utara, proses pembersihan dilakukan di 24 lokasi. Sebanyak 11 lokasi telah selesai dibersihkan dan 13 lokasi lainnya masih dalam proses penanganan.
Adapun di Sumatra Barat, pembersihan lumpur telah selesai sepenuhnya. Sebanyak 29 lokasi terdampak berhasil dibersihkan sehingga progresnya mencapai 100 persen.
Amran juga menyebut beberapa fasilitas pendidikan di Aceh Timur telah selesai dibersihkan sepenuhnya, baik di dalam bangunan maupun di area sekitarnya.
“Beberapa sekolah seperti SD Lokop dan SMP di Kecamatan Lokop, Aceh Timur, misalnya, sudah dibersihkan 100 persen, baik di dalam ruangan maupun di lingkungan sekolah,” ujarnya. (MG4)
Editor : Salma
Sumber : idntimes.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel




































