
TIMETODAY.ID, JAKARTA — Tidak semua stres berdampak buruk bagi kehidupan. Dalam kondisi tertentu, stres justru dapat memberikan dorongan positif yang membuat seseorang lebih fokus, bersemangat, dan terdorong mencapai tujuan. Jenis stres yang membawa dampak baik ini dikenal sebagai Eustress.
Banyak orang menganggap stres sebagai sesuatu yang selalu merugikan dan harus dihindari. Padahal, ada bentuk stres yang justru bermanfaat karena mampu memicu motivasi, meningkatkan konsentrasi, serta membantu seseorang berkembang saat menghadapi tantangan.
Mengenal Eustress dan Perbedaannya dengan Stres Negatif
Eustress merupakan respons tubuh terhadap tekanan yang dianggap sebagai tantangan positif. Dalam situasi ini, seseorang tetap merasakan tekanan, tetapi tekanan tersebut tidak menimbulkan beban emosional yang berat. Sebaliknya, perasaan yang muncul justru berupa antusiasme, semangat, dan keyakinan untuk menyelesaikan sesuatu.
Kondisi ini biasanya muncul ketika seseorang mengalami perubahan atau peluang baru dalam hidup, misalnya mendapatkan promosi kerja, menikah, memulai pekerjaan baru, atau mencoba kegiatan yang menantang.
Berbeda dengan eustress, stres negatif atau Distress muncul ketika tekanan terasa terlalu berat dan sulit dikendalikan. Distress dapat memicu kecemasan, rasa tertekan, bahkan kelelahan emosional yang berkepanjangan sehingga berdampak pada kesehatan mental maupun fisik.
Perbedaan utama keduanya terletak pada bagaimana seseorang memandang tekanan tersebut. Jika eustress mampu memotivasi dan membantu perkembangan diri, distress justru dapat menghambat aktivitas dan menurunkan kualitas hidup.
Manfaat Eustress dalam Kehidupan
Ketika dikelola dengan baik, eustress dapat memberikan berbagai dampak positif, antara lain:
- meningkatkan motivasi dan semangat dalam menjalani aktivitas
- membantu pengembangan diri dan keterampilan baru
- menumbuhkan rasa percaya diri saat menghadapi tantangan
- membuat hidup terasa lebih bermakna dan memuaskan
- membantu menjaga kestabilan emosi dan menurunkan risiko kecemasan
Tekanan yang sehat ini sering kali membuat seseorang lebih fokus dan berenergi ketika berusaha mencapai target tertentu.
Cara Mengoptimalkan Eustress
Agar stres tetap berada dalam batas yang positif, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan.
- Mengenali tanda-tandanya
Eustress biasanya ditandai dengan rasa antusias dan termotivasi ketika menghadapi tantangan. Meskipun ada sedikit rasa gugup, seseorang tetap merasa yakin mampu menyelesaikan tugas tersebut. - Menetapkan tujuan yang realistis
Menentukan target yang jelas dan sesuai kemampuan membantu menjaga tekanan tetap sehat. Sebaiknya tujuan besar dibagi menjadi langkah-langkah kecil agar lebih mudah dicapai. - Keluar dari zona nyaman
Mencoba pengalaman baru, seperti mengikuti pelatihan atau mengambil tanggung jawab tambahan di tempat kerja, dapat memicu eustress yang membantu perkembangan diri. - Menjaga keseimbangan hidup
Istirahat yang cukup, pola makan sehat, serta aktivitas relaksasi seperti olahraga ringan atau meditasi penting untuk menjaga kondisi tubuh dan pikiran. - Memiliki dukungan sosial
Berbagi cerita dengan keluarga, teman, atau rekan kerja dapat membantu seseorang mengelola tekanan dengan lebih baik. Dukungan dari lingkungan sekitar sering kali membuat seseorang lebih percaya diri menghadapi tantangan.
Mengubah Tantangan Menjadi Peluang
Eustress menunjukkan bahwa tidak semua tekanan harus dianggap sebagai beban. Dengan sudut pandang yang tepat, tantangan justru bisa menjadi pemicu pertumbuhan pribadi.
Namun, apabila tekanan mulai terasa berlebihan hingga mengganggu aktivitas sehari-hari, mencari bantuan profesional seperti psikolog dapat menjadi langkah yang tepat untuk menjaga kesehatan mental.***
Editor : Syafira
Sumber : alodokter.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel




































