Profil Richard Lee, Dokter yang Kini Berstatus Tersangka

Richard Lee
Dokter Richard Lee, pendiri Klinik Kecantikan Athena dan kreator konten kecantikan yang kini berstatus tersangka kasus produk kecantikan. Foto : Instagram Richard Lee.

TIMETODAY.ID, JAKARTARichard Lee, dikenal sebagai dokter estetika sekaligus kreator konten kecantikan dengan jutaan pengikut, kini berstatus tersangka dalam kasus dugaan promosi produk kecantikan yang dinilai tidak layak.

Pemilik nama lengkap dr. Richard Lee, MARS, Ph.D., Dipl. AAAM lahir di Medan pada 11 Oktober 1985 dan besar di Palembang. Ia menempuh pendidikan dasar dan menengah di SD, SMP, hingga SMA Xaverius Palembang, sebelum melanjutkan studi di Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya pada 2003 dan lulus pada 2009.

Setelah lulus, ia meraih gelar Magister Administrasi Rumah Sakit (MARS) dari Universitas Respati Indonesia pada 2013, dilanjutkan dengan program doktoral dari Atlantic International University, Amerika Serikat. Pada 2017, ia memperoleh sertifikasi dari American Academy of Aesthetic Medicine (AAAM).

Advertisement
Baca Juga :  7 Fakta Penahanan Richard Lee di Polda Metro Jaya, Mangkir Pemeriksaan hingga Wajib Lapor

Karier profesionalnya dimulai sebagai dokter umum di perusahaan Sinarmas Group di Palembang pada 2009. Pada 2011, ia dipercaya menjabat sebagai Direktur Utama di salah satu anak perusahaan Sinarmas di bidang kesehatan.

Bersama istrinya, dr. Reni Effendi, Richard mendirikan Klinik Kecantikan Athena yang kini memiliki puluhan cabang di berbagai kota. Ia juga membangun sejumlah lini bisnis lain, meliputi lini produk perawatan kulit Goddesskin, klinik estetika dr. Hen Clinic, serta fasilitas manufaktur kosmetik.

Baca Juga :  Perseteruan Doktif dan Richard Lee Masuki Babak Baru, Polisi Jadwalkan Pemeriksaan dan Mediasi

Di ranah digital, Richard Lee menjadi salah satu kreator konten kesehatan dan kecantikan dengan jangkauan luas. Kanal YouTube-nya yang aktif sejak 2018 telah mengumpulkan 5,89 juta pelanggan dengan total tayangan lebih dari 849 juta per 10 Januari 2026. Kontennya kerap menyoroti produk kecantikan yang dinilai berbahaya bagi konsumen.

Ironis, dokter yang dikenal sebagai pengkritik produk kecantikan bermasalah itu kini justru dilaporkan atas dugaan promosi produk yang dipersoalkan keamanannya.

Editor : B. Supriyadi

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel