TIMETODAY.ID, JAKARTA – Liverpool F.C. sedang menemukan senjata baru yang mematikan, bola mati. Dalam kemenangan 5-2 atas West Ham United F.C. di Anfield akhir pekan lalu, tiga dari lima gol The Reds lahir dari skema sepak pojok.
Total sudah enam gol tercipta dari situasi bola mati tahun ini terbanyak dibanding tim lain di Premier League. Ironisnya, sebelum ini Liverpool justru dikenal sebagai salah satu tim terburuk dalam urusan tersebut, hanya mencetak tiga gol dari skema serupa.
Perubahan tren ini muncul setelah klub berpisah dengan pelatih bola mati Aaron Briggs. Namun alih-alih larut dalam pujian, manajer Arne Slot justru menunjukkan kegelisahan.
Slot mengakui bola mati adalah senjata utama di Premier League. Ia bahkan menilai intensitas duel dan kebebasan kontak fisik di Inggris membuat situasi tersebut lebih efektif dibanding liga lain, seperti Eredivisie.
Meski begitu, secara filosofi, Slot tidak sepenuhnya menikmati gaya tersebut. Ia lebih menyukai sepakbola dengan dominasi open play, permainan cair, dan kreativitas tinggi seperti yang diperlihatkan FC Barcelona sekitar 10-15 tahun lalu.
“Hati saya berkata tidak,” ungkap Slot soal apakah ia menikmati dominasi bola mati. Baginya, sepakbola ideal adalah tentang mengontrol permainan, bukan sekadar memanfaatkan duel udara dan situasi statis.
Di tengah persaingan ketat Premier League, mungkin yang terpenting tetaplah hasil akhir. Namun jelas, bagi Slot, kemenangan bukan sekadar soal berapa banyak gol tercipta melainkan bagaimana cara gol itu lahir.
(MG7)





































