TIMETODAY.ID, JAKARTA — Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) kembali menunjukkan penguatan terhadap rupiah pada perdagangan awal pekan, Senin (2/3/2026). Penguatan mata uang Negeri Paman Sam terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang memicu pergerakan pasar global.
Berdasarkan data Bloomberg, kurs dolar AS berada di level Rp16.838 atau naik 51 poin setara 0,30 persen dibandingkan posisi sebelumnya.
Penguatan dolar AS tidak hanya terjadi terhadap rupiah. Mata uang tersebut juga terpantau menguat terhadap sejumlah mata uang utama dunia, mencerminkan meningkatnya permintaan investor terhadap aset safe haven di tengah ketidakpastian global.
Secara rinci, dolar AS menguat 0,17 persen terhadap yen Jepang, naik 0,20 persen terhadap dolar Singapura, serta menguat 0,29 persen terhadap dolar Australia.
Selain itu, dolar AS juga naik 0,13 persen terhadap yuan China dan menguat 0,30 persen terhadap pound sterling. Namun, pergerakan berbeda terlihat terhadap euro, di mana dolar AS justru melemah sekitar 0,24 persen.
Penguatan dolar AS terjadi seiring meningkatnya kewaspadaan pelaku pasar global akibat eskalasi konflik Timur Tengah, yang mendorong investor mengalihkan aset ke instrumen yang dinilai lebih aman.***
Editor : Syafira
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































