TIMETODAY.ID, JAKARTA – Awan kelabu mulai menggantung di atas kursi kepelatihan AC Milan. Performa yang menurun dalam beberapa pekan terakhir membuat posisi Massimiliano Allegri mulai digoyang.
Padahal, awal musim berjalan begitu menjanjikan. Allegri yang dikontrak hingga 2027 sempat membawa Rossoneri melaju tanpa kekalahan dalam 24 pertandingan. Bahkan, Milan sempat merasakan manisnya duduk di puncak klasemen Serie A selama beberapa pekan.
Namun sejak pekan ke-15, laju Milan mulai tersendat. Mereka kesulitan menjaga konsistensi dan tertinggal dalam perburuan gelar dari rival seperti Inter Milan dan Napoli.
Dalam sembilan laga terakhir, Milan hanya meraih empat kemenangan. Empat hasil imbang dan satu kekalahan dari Parma Calcio 1913 membuat jarak dengan puncak klasemen melebar hingga 10 poin. Situasi makin sulit setelah Milan tersingkir dari Coppa Italia, menyisakan liga sebagai satu-satunya peluang meraih trofi musim ini.
Di balik hasil di lapangan, isu internal juga mencuat. Hubungan Allegri dengan manajemen dikabarkan merenggang, terutama soal kebijakan transfer. Meski klub aktif mendatangkan pemain di dua jendela transfer, kontribusi mereka dinilai belum mampu mengangkat performa tim secara signifikan.
Hasil kurang memuaskan saat menghadapi Como dan Parma disebut memperkeruh suasana. Tiga bulan ke depan pun diprediksi menjadi periode krusial bagi Allegri—apakah ia tetap bertahan di San Siro atau justru memilih mengakhiri petualangan keduanya bersama Milan.
Musim masih panjang, tapi tekanan sudah terasa. Di kota mode Italia itu, kesabaran memang selalu punya batas. (MG7)
Editor : Davin
Sumber : detiksport.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































