TIMETODAY.ID, JAKARTA — Dek observasi menara ikonik Tokyo Skytree di Distrik Sumida, Tokyo, Jepang, masih ditutup sementara setelah insiden kerusakan lift yang menyebabkan puluhan pengunjung terjebak selama berjam-jam.
Penutupan dilakukan sejak 22 Februari 2026 setelah lift yang membawa pengunjung dari dek observasi mendadak berhenti saat perjalanan turun. Sebanyak 20 orang, termasuk dua anak-anak, terperangkap di dalam lift selama sekitar 5,5 jam.
Lift tersebut berhenti pada posisi sekitar 30 meter di atas permukaan tanah. Situasi semakin menegangkan karena sistem interkom di dalam lift tidak berfungsi, sehingga para pengunjung harus menggunakan telepon seluler untuk menghubungi layanan darurat.
Seluruh pengunjung akhirnya berhasil dievakuasi dengan selamat dan tidak ada korban luka dalam peristiwa tersebut.
Penyelidikan Masih Berlangsung
Perusahaan pengelola, Tobu Tower Skytree, memutuskan menutup area dek observasi setidaknya selama tiga hari guna kepentingan investigasi serta pemeriksaan menyeluruh terhadap sistem lift.
Pihak kepolisian Jepang kini masih menyelidiki penyebab pasti gangguan teknis tersebut, sekaligus mengevaluasi keamanan seluruh fasilitas transportasi vertikal di menara wisata favorit tersebut.
Bukan Insiden Pertama
Sejak resmi dibuka pada 2012, insiden serupa tercatat pernah terjadi dua kali sebelumnya, yakni pada 2015 dan 2017. Dalam kejadian Maret 2017, sebanyak 27 pengunjung sempat terjebak di lift selama sekitar 20 menit sebelum akhirnya berhasil dievakuasi.
Tokyo Skytree sendiri dikenal sebagai struktur tertinggi di Jepang dan menjadi salah satu destinasi wisata paling populer di Tokyo, menawarkan panorama kota dari ketinggian lebih dari 600 meter.
Penutupan sementara dek observasi diperkirakan berdampak pada kunjungan wisata, terutama di tengah meningkatnya arus turis internasional yang datang ke Jepang.***
Editor : Syafira
Sumber : iNews.id
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































