Ramadan Mubarak dan Ramadan Kareem Artinya Apa? Ini Penjelasan Lengkapnya

Ramadan
ilustrasi ramadan. Foto: istock

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Bulan suci Ramadan, dua kalimat hampir selalu terdengar di berbagai negara Muslim: Ramadan Mubarak dan Ramadan Kareem. Keduanya kerap digunakan sebagai ucapan selamat menjalankan ibadah puasa, namun ternyata memiliki makna dan nuansa yang berbeda.

Pakar bahasa yang berbasis di Dubai, Khaled Boudemagh, menjelaskan bahwa tradisi ucapan Ramadan sangat dipengaruhi oleh budaya dan wilayah masing-masing negara.

“Di Prancis, kami hanya mengatakan Bon Ramadan, yang berarti Selamat Ramadan,” jelasnya kepada Gulf News.

Advertisement

Menurutnya, meskipun variasi ucapan cukup beragam, dua frasa Arab tersebut menjadi sapaan paling populer di dunia Muslim.

Ramadan Mubarak: Doa Penuh Berkah

Ucapan Ramadan Mubarak secara harfiah berarti “Ramadan yang diberkati.” Ungkapan ini bersifat lebih formal karena mengandung doa agar seseorang mendapatkan keberkahan, rahmat, pengampunan, serta pertumbuhan spiritual selama bulan suci.

Baca Juga :  Drama TikTok di AS: Diblokir 12 Jam, Kini Kembali Normal Berkat Keputusan Trump

Meski paling sering diucapkan pada awal Ramadan, frasa ini tetap relevan digunakan sepanjang bulan sebagai bentuk doa dan harapan baik.

Ramadan Kareem: Semangat Kemurahan Hati

Sementara itu, Ramadan Kareem berarti “Ramadan yang murah hati.” Sapaan ini memiliki nuansa lebih hangat dan meriah karena menekankan nilai kebaikan, kepedulian sosial, dan kemurahan hati yang identik dengan Ramadan.

Ungkapan tersebut pada dasarnya juga setara dengan mengucapkan selamat Ramadan dan lazim digunakan sejak awal hingga akhir bulan puasa.

Baca Juga :  Tips Agar Berat Badan Tetap Stabil Saat Lebaran

Ucapan Tradisional Hingga Idul Fitri

Selain dua frasa populer tersebut, terdapat pula ucapan tradisional Arab Mubarak Alaikum Al Shahar, yang berarti “semoga bulan ini menjadi bulan penuh berkah bagi Anda.”

Ketika Ramadan berakhir, sapaan berubah menjadi Eid Mubarak saat perayaan Idul Fitri, yang kerap disertai ungkapan Kul sana’ wa antum bikhair sebagai doa kebaikan dan harapan kebahagiaan di tahun yang baru.

Ucapan-ucapan tersebut tidak sekadar tradisi linguistik, melainkan juga mencerminkan nilai utama Ramadan: berbagi doa, mempererat hubungan sosial, dan menebarkan kebaikan kepada sesama.***

Editor : Syafira

Sumber : CNBCIndonesia.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel