
TIMETODAY.ID, BOGOR – Ratusan siswa di Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, terpaksa putus sekolah karena terdesak kebutuhan ekonomi keluarga. Mereka memilih membantu orang tua mencari nafkah ketimbang melanjutkan pendidikan.
Ketua Tim Kecamatan Program Sosial Kecamatan Citeureup, H Taufik menyebut, hingga saat ini terdapat 190 anak yang tercatat putus sekolah mulai dari jenjang sekolah dasar, sekolah menengah pertama, hingga sekolah menengah atas. Angka tersebut dikhawatirkan terus bertambah jika tidak ada solusi dari pemerintah daerah.
“Banyak yang putus sekolah karena mereka ingin membantu orang tuanya mencari uang untuk membangun ekonomi keluarga,” kata Taufik usai mengikuti reses Anggota DPRD Kabupaten Bogor Masa Sidang II Tahun 2025-2026 Daerah Pemilihan I di Kecamatan Citeureup, Selasa (10/2/2026).
Menurut Taufik, keterbatasan akses pendidikan akibat faktor ekonomi berdampak serius pada kualitas sumber daya manusia (SDM) di Citeureup. Kondisi ini berpotensi memperlebar jurang kemiskinan di wilayah tersebut.
“Bagaimana masyarakat Citeureup mau berkembang SDM-nya kalau untuk pendidikan saja terbatas. Jika ini tidak terselesaikan, kemiskinan di Kecamatan Citeureup akan terus bertambah,” katanya.
Sebagai langkah awal, pihaknya telah memfasilitasi 25 warga mengikuti pendidikan Paket B dan C secara gratis tahun ini. Program tersebut menyasar warga tidak mampu tanpa dipungut biaya apa pun.
Taufik berharap pemerintah daerah lebih memprioritaskan pembangunan SDM, tidak hanya fokus pada pembangunan fisik. Ia mendorong kebijakan pendidikan yang lebih inklusif agar masyarakat kurang mampu memiliki kesempatan sama mengenyam pendidikan.
Editor : B. Supriyadi
Wartawan : Amelia Azizah
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel




































