TIMETODAY.ID, JAKARTA — Pergerakan harga emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) kembali menjadi sorotan pasar logam mulia. Pada perdagangan Jumat (6/2/2026), harga emas tercatat mengalami penurunan signifikan sebesar Rp100.000 per gram, setelah sehari sebelumnya berada di level Rp2.956.000. Kini, emas Antam diperdagangkan di angka Rp2.856.000 per gram.
Penurunan harga ini turut memengaruhi berbagai pecahan emas yang tersedia di pasaran. Berdasarkan data dari laman resmi logammulia.com, emas Antam ukuran terkecil 0,5 gram dipasarkan seharga Rp1.478.000. Sementara itu, untuk pecahan terbesar, yakni 1.000 gram atau setara 1 kilogram, harga jualnya mencapai Rp2.796.600.000.
Tidak hanya harga jual, nilai pembelian kembali atau buyback emas Antam juga mengalami penurunan cukup dalam. Harga buyback hari ini turun Rp149.000 sehingga berada di posisi Rp2.571.000 per gram. Nilai ini menjadi patokan bagi pemilik emas yang ingin menjual kembali logam mulia mereka ke pihak Antam.
Harga yang berlaku saat ini merupakan acuan transaksi di kantor Antam Pulogadung, Jakarta. Dalam setiap pembelian emas batangan, pemerintah menerapkan ketentuan pajak sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 34/PMK.10/2017. Melalui aturan tersebut, pembelian emas dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 0,9 persen.
Namun, konsumen dapat memperoleh potongan pajak lebih rendah sebesar 0,45 persen apabila menyertakan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dalam setiap transaksi pembelian.
Berikut daftar harga emas Antam berdasarkan pecahan pada perdagangan hari ini:
- 0,5 gram: Rp1.478.000
- 1 gram: Rp2.856.000
- 2 gram: Rp5.652.000
- 3 gram: Rp8.453.000
- 5 gram: Rp14.055.000
- 10 gram: Rp28.055.000
- 25 gram: Rp70.012.000
- 50 gram: Rp139.945.000
- 100 gram: Rp279.812.000
- 250 gram: Rp699.265.000
- 500 gram: Rp1.398.320.000
- 000 gram: Rp2.796.600.000
Fluktuasi harga emas Antam kerap menjadi indikator penting bagi masyarakat yang menjadikan logam mulia sebagai instrumen investasi jangka panjang.
Perubahan harga yang cukup tajam seperti saat ini mendorong pelaku pasar untuk kembali menimbang strategi penyimpanan aset di tengah dinamika ekonomi global yang terus bergerak.***
Editor : Syafira
Sumber : iNews.id
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































