Prabowo Anugerahkan Bintang Bhayangkara kepada Meriyati Hoegeng

Bintang Bhayangkara
Aditya Soetanto Hoegeng memberikan keterangan kepada wartawan usai ibunya, Meriyati Roeslani Hoegeng, dianugerahi Bintang Bhayangkara Pratama oleh Presiden Prabowo Subianto di Makam Giri Tama, Tajur Halang, Bogor, Rabu (4/2/2026). Foto : timetoday.id/Amelia Azizah.

TIMETODAY.ID, BOGOR – Presiden Prabowo Subianto menganugerahkan Bintang Bhayangkara Pratama kepada Meriyati Hoegeng, istri Kapolri kelima Jenderal (Purn) Hoegeng Iman Santoso. Penyerahan tanda kehormatan dilakukan di Tempat Pemakaman Bukan Umum  (TPBU) Giri Tama, Tajur Halang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (4/2/2026).

Penganugerahan ini berawal dari usulan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melalui surat Nomor R/II/KEP/2026. Dalam surat tersebut, Kapolri merujuk sejumlah dasar hukum, antara lain UU Nomor 2 Tahun 2002 tentang Polri, UU Nomor 20 Tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan, PP Nomor 1 Tahun 2010 tentang Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan, serta Peraturan Kapolri Nomor 4 Tahun 2012 tentang Tata Cara Pengajuan Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan.

Baca Juga :  Pikap Pengangkut Barang Bekas Tabrak Tiang di Depan Kantor PUPR Bogor

“Dengan hormat diajukan permohonan penganugerahan Tanda Kehormatan Bintang Bhayangkara Pratama kepada Bu Meriyati Roeslani Hoegeng, istri Jenderal (Purn) Hoegeng Iman Santoso, Kapolri pada masa 5 Mei 1968 sampai dengan 2 Oktober 1971, yang berjasa terhadap kemajuan dan pengembangan Kepolisian Negara Republik Indonesia,” demikian kutipan surat Kapolri kepada Presiden.

Advertisement

Anak kedua Meriyati, Aditya Soetanto Hoegeng, menyatakan penganugerahan tersebut merupakan hasil penilaian masyarakat, bukan dorongan keluarga. Ia menegaskan, keluarga hanya menjalankan nilai-nilai yang diwariskan almarhum ayahnya dan diteruskan ibunya.

“Soal menerima bintang jasa itu tentunya melalui satu pertimbangan. Kami keluarga juga tidak sedikit pun mendorong untuk mendapat itu, semuanya diakui oleh masyarakat sendiri bukan kami,” ujar Aditya kepada wartawan di lokasi pemakaman,

Baca Juga :  RI Gabung Dewan Perdamaian Bentukan Trump, DPR Ingatkan Kewaspadaan

Aditya mengenang almarhumah sebagai sosok ibu yang sabar dan penuh keteladanan dalam mendidik anak-anaknya. Meriyati tidak pernah menggunakan kekerasan, melainkan menyampaikan nasihat dengan kata-kata yang mendalam.

“Ibu adalah seorang yang penyabar dalam mendidik kami anak-anak, tidak pernah sekalipun mempergunakan tangan, tetapi kata-katanya, nasihatnya itu sangat dalam bagi kami,” ungkapnya.

Aditya menambahkan, di balik sosok Jenderal (Purn) Hoegeng Iman Santoso yang dikenal kuat dan berintegritas, terdapat figur pendamping yang tak kalah hebat, yakni Meriyati Roeslani Hoegeng.

Editor : B. Supriyadi

Wartawan : Amelia Azizah

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel