Harga Emas Antam Hari Ini, Naik Rp167.000, Buyback Turun

Harga emas
ilustrasi Harga emas naik. Foto: istock

TIMETODAY.ID, JAKARTA Harga emas Antam kembali menjadi sorotan investor dan masyarakat pada awal Februari 2026. Senin (2/2/2026), harga logam mulia ini mengalami lonjakan signifikan sebesar Rp167.000 per gram, setelah sebelumnya sempat anjlok Rp260.000.

Dengan kenaikan tersebut, harga emas Antam kini tercatat sebesar Rp3.027.000 per gram, naik dari Rp2.860.000 per gram sebelumnya.

Meski harga jual emas naik, nilai buyback atau harga yang diterima pemilik emas bila menjual kembali justru mengalami penurunan Rp21.000, menjadi Rp2.633.000 per gram. Hal ini menunjukkan dinamika pasar yang masih cukup fluktuatif di tengah kondisi ekonomi global dan domestik.

Advertisement
Baca Juga :  Diusia ke-6, THE 101 Bogor Sambut Kebahagiaan Bersama Penyandang Stunting

Harga terbaru ini tercatat berlaku di kantor Antam Pulo Gadung, Jakarta. Namun, pantauan dari laman resmi Antam menunjukkan, beberapa jenis emas batangan saat ini masih belum tersedia untuk pembelian.

Dalam hal perpajakan, masyarakat tidak perlu membayar PPN sesuai PP Nomor 49 Tahun 2022, sehingga nilai PPN tidak masuk dalam perhitungan grand total.

Sementara itu, sesuai PMK Nomor 48 Tahun 2023, tarif PPh 22 sebesar 0,25 persen akan diterapkan, dengan bukti potong diterbitkan oleh PT Antam Tbk sebagai penjual.

Berikut rincian harga emas Antam per Senin (2/2/2026) berdasarkan laman resmi Logam Mulia, Jakarta:

  • Emas 0,5 gram: Rp1.563.000
  • Emas 1 gram: Rp3.027.000
  • Emas 2 gram: Rp5.994.000
  • Emas 3 gram: Rp8.966.000
  • Emas 5 gram: Rp14.910.000
  • Emas 10 gram: Rp29.765.000
  • Emas 25 gram: Rp74.287.000
  • Emas 50 gram: Rp148.495.000
  • Emas 100 gram: Rp296.912.000
  • Emas 250 gram: Rp742.015.000
  • Emas 500 gram: Rp1.483.820.000
  • Emas 1.000 gram: Rp2.967.600.000
Baca Juga :  Korban Penipuan Keuangan Kini Bisa Mengadu ke OJK Lewat Aplikasi Online

Kenaikan harga emas kali ini menjadi sinyal positif bagi investor yang menahan logam mulia sebagai aset lindung nilai, sekaligus menegaskan bahwa pasar emas tetap dinamis dan dipengaruhi oleh berbagai faktor ekonomi dan kebijakan fiskal.***

Editor : Syafira

Sumber : Okezone.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel