TIMETODAY.ID, JAKARTA — Threads, aplikasi microblogging milik Meta, akan segera menjadi sumber pendapatan baru bagi perusahaan. Mulai pekan depan, semua pengguna di seluruh dunia akan melihat iklan di platform yang kini memiliki 400 juta pengguna bulanan itu.
Dalam pengumumannya, Meta menegaskan bahwa Threads merupakan tempat yang tepat bagi bisnis untuk terlibat dalam percakapan secara otentik.
“Dengan iklan di Threads, bisnis dapat bergabung dengan percakapan secara otentik sambil menemukan cara baru untuk terhubung dengan orang-orang yang tertarik pada bisnis mereka,” tulis Meta dalam postingan blognya, dikutip dari CNBC, Kamis (22/1/2026).
Sejak pertama kali diluncurkan pada Juli 2023, Threads langsung menjadi pesaing X, platform milik Elon Musk yang sebelumnya dikenal sebagai Twitter. CEO Meta, Mark Zuckerberg, optimistis Threads akan mencapai satu miliar pengguna dalam beberapa tahun mendatang.
Analis Wall Street menilai, ekspansi iklan di Threads akan menjadi penggerak pendapatan signifikan bagi Meta. Iklan di Threads pertama kali diuji coba secara terbatas di Amerika Serikat dan Jepang pada Januari 2025.
Kini, pengguna di seluruh dunia akan mulai merasakan hadirnya iklan berbentuk gambar, video, carousel, hingga format baru rasio 4:5, semuanya dipersonalisasi melalui teknologi AI, sama seperti di Facebook dan Instagram.
Pengiklan dapat mengelola kampanye mereka melalui Business Settings, yang mempermudah penayangan iklan lintas platform Meta, termasuk Facebook, Instagram, dan WhatsApp.
“Ekspansi iklan di Threads untuk semua pengguna akan dilakukan secara bertahap, dengan penayangan iklan awal yang rendah sembari kami menjangkau pengguna global dalam beberapa bulan ke depan,” ujar Meta.
Popularitas Threads juga terus meningkat. Data Similarweb menunjukkan bahwa aplikasi ini kini memiliki 141,5 juta pengguna aktif harian di perangkat mobile, mengalahkan X yang memiliki 125 juta pengguna aktif harian.
Dengan langkah ini, Threads bukan hanya memperkuat posisinya sebagai platform komunikasi modern, tetapi juga menjadi arena baru bagi bisnis untuk menemukan audiens global, sambil tetap menjaga interaksi yang terasa alami di dunia digital.***








































