TIMETODAY.ID, JAKARTA — Bagi banyak orang, menyalakan air conditioner (AC) dengan suhu di bawah 20 derajat Celcius menjadi cara cepat untuk mengusir panas. Ruangan memang terasa dingin ekstrem, nyaris seperti di kutub. Namun, di balik kenyamanan sesaat itu, kebiasaan menyetel suhu AC terlalu rendah ternyata menyimpan risiko bagi usia pakai perangkat.
Pertanyaannya, benarkah AC bisa lebih cepat rusak jika terlalu sering diatur pada suhu sangat rendah?
Mengutip situs Air & Plumbing Systems, Rabu (21/1/2026), pengaturan suhu AC yang rendah sebenarnya tidak dilarang. Namun, jika dilakukan terus-menerus—bahkan setiap hari—kebiasaan ini dapat memperpendek umur AC.
Penyebab utamanya terletak pada kinerja kompresor. Saat suhu disetel sangat rendah, misalnya 16 derajat Celcius, kompresor harus bekerja lebih keras dan lebih lama untuk mencapai serta mempertahankan suhu tersebut. Beban kerja berlebih inilah yang lama-kelamaan dapat menggerus performa mesin.
Tak hanya itu, suhu ekstrem juga berisiko membuat evaporator membeku, terutama jika filter AC kotor dan aliran udara terhambat. Es yang terbentuk pada evaporator dapat menambah beban kompresor dan mempercepat kerusakan jika dibiarkan.
Dari sisi konsumsi energi, AC yang bekerja terlalu berat tentu menyedot listrik lebih besar. Jika AC menyala seharian dengan filter yang jarang dibersihkan, tagihan listrik pun berpotensi membengkak setiap bulan.
Lalu, Berapa Suhu AC yang Ideal?
Dikutip dari Real Simple, US Department of Energy merekomendasikan suhu AC berada di kisaran 23–25 derajat Celcius. Rentang ini dianggap paling ideal karena cukup nyaman sekaligus ramah bagi mesin dan konsumsi energi.
Meski begitu, tidak sedikit orang yang masih merasa kurang sejuk pada suhu tersebut. Untuk mengatasinya, Manajer Umum HVAC Elizabeth Shavers membagikan sejumlah tips agar ruangan tetap terasa dingin tanpa harus menurunkan suhu AC terlalu ekstrem.
Langkah pertama adalah menutup tirai atau gorden pada siang hari guna menghalangi panas matahari masuk. Selain itu, pintu dan jendela sebaiknya selalu tertutup rapat saat AC menyala agar udara dingin tidak keluar.
“Konsisten menjaga suhu AC di ruangan dapat mencegah AC bekerja terlalu keras sekaligus menjaga rumah tetap nyaman tanpa membuang banyak energi,” ujar Shavers.
Perawatan rutin juga menjadi kunci penting. Mengganti filter udara secara berkala membantu AC bekerja lebih efisien dan menghasilkan udara dingin yang optimal.
Terakhir, Shavers mengingatkan agar tidak menggunakan peralatan penghasil panas di dalam ruangan ber-AC, seperti oven atau mesin pengering pakaian, karena dapat membuat suhu ruangan cepat naik.
“Hindari menggunakan peralatan yang dapat menghasilkan panas seperti oven dan pengering pakaian di dalam ruangan yang AC-nya sedang menyala,” tuturnya.
Dengan pengaturan suhu yang tepat dan perawatan rutin, AC tidak hanya lebih awet, tetapi juga tetap mampu memberikan kenyamanan tanpa membebani listrik dan mesin.***
Editor : Syafira
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel








































