Momen Haru Mahasiswa Papua Bertemu Presiden Prabowo di Inggris

Presiden Prabowo
Steve Mara, mahasiswa asal Papua yang menempuh studi di Inggris, bertatap muka dengan Presiden Prabowo Subianto. foto: Sekretariat Presiden

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke London, Inggris, meninggalkan kesan personal bagi Steve Mara. Mahasiswa doktoral (S3) asal Papua yang kini menempuh pendidikan di University of Bradford itu tak menyangka kembali bertatap muka dengan sosok yang selama ini menginspirasinya.

Pertemuan di London tersebut bukanlah yang pertama bagi Steve. Ia pernah berjumpa dengan Prabowo beberapa tahun lalu, saat Prabowo masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan. Namun, kesempatan bertemu kembali—kali ini dengan Prabowo sebagai Presiden Republik Indonesia—memberikan makna yang jauh lebih mendalam.

“Saya sangat bahagia bisa bertemu kembali dengan Bapak Presiden. Terima kasih Bapak Presiden sudah datang mengunjungi kami di Inggris,” kata Steve, dikutip dari keterangan Sekretariat Presiden, Selasa (20/1/2026).

Advertisement

Di mata Steve, Prabowo adalah pemimpin yang konsisten menyuarakan perdamaian, terutama di tengah situasi global yang diliputi konflik dan ketegangan di berbagai belahan dunia. Pesan itu, menurutnya, selalu hadir dalam setiap langkah dan pernyataan Presiden.

Baca Juga :  Skakmat! Pengamat Bongkar Bahaya Putusan MK soal Pemilu

“Terima kasih untuk kerja kerasnya, untuk semangatnya untuk Indonesia. Kita tahu di situasi dunia yang lagi kurang baik, tidak damai, tetapi Bapak Presiden selalu hadir dengan pesan perdamaian dan ini sangat luar biasa,” katanya.

Dalam pertemuan tersebut, Steve juga membawa sesuatu yang sangat personal: sebuah buku karyanya sendiri. Buku yang baru diluncurkan pada akhir 2025 itu ia persembahkan langsung kepada Presiden Prabowo.

“Saya juga sempat menyerahkan buku saya yang saya tulis tentang ‘We All Want to Live in Peace’, saya baru launching akhir tahun 2025 kemarin,” kata Steve.

Buku itu memiliki keterkaitan emosional dengan Prabowo. Sampulnya menampilkan foto Prabowo saat melakukan kunjungan ke Papua—tanah kelahiran Steve.

“Kebetulan gambar atau foto yang saya gunakan itu, covernya adalah gambarnya Bapak Prabowo pada saat kunjungan ke Papua,” ucapnya.

Lebih dari sekadar karya akademik, buku tersebut merupakan refleksi mendalam Steve tentang arti perdamaian dalam berbagai dimensi kehidupan.

Baca Juga :  Bahas Situasi Global, Prabowo Undang Menteri hingga Pimpinan BUMN

“Jadi buku ini menceritakan tentang bagaimana kita berdamai, baik berdamai dengan diri sendiri maupun berdamai dengan sesama kita. Tapi juga bagaimana kita menciptakan perdamaian di Indonesia,” ujarnya.

Steve juga mengenang pesan Prabowo yang disampaikan kepadanya pada pertemuan pertama mereka, saat ia baru saja menyelesaikan pendidikan magister di Universitas Pertahanan dan bersiap melanjutkan studi ke Inggris. Pesan itu, kata Steve, terus ia pegang hingga kini.

“Beliau menyampaikan saya harus menjalankan studi dengan baik, supaya pulang mengabdi untuk menjaga perdamaian di Indonesia dan berkontribusi juga untuk perdamaian dunia,” katanya.

Bagi Steve, pertemuan singkat di London bukan sekadar momen bertemu presiden. Ia melihatnya sebagai perjumpaan nilai dan pesan—tentang pendidikan, pengabdian, dan harapan akan perdamaian yang lebih luas, dari Indonesia hingga dunia.***

Editor : Syafira

Sumber : iNews.id

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel