
TIMETODAY.ID, JAKARTA – Real Madrid disebut sudah lama menaruh minat kepada Juergen Klopp untuk menjadi pelatih anyar. Namun, peluang melihat Klopp berdiri di pinggir lapangan Santiago Bernabeu tampaknya lebih dekat ke kata mustahil ketimbang realistis.
Tribuna mengulas panjang lebar alasan mengapa Klopp hampir mustahil bergabung dengan Los Blancos. Salah satu poin utama adalah faktor kelelahan. Klopp sendiri secara terbuka mengakui bahwa sembilan tahun melatih Liverpool menguras energi fisik dan mentalnya.
“Saya kelelahan dan sudah kehabisan energi,” ujar Klopp jelang keputusannya meninggalkan Liverpool pada awal 2024.
Selama di Anfield, Klopp dikenal sebagai arsitek yang membentuk pemain menjadi bintang. Virgil van Dijk, Sadio Mane, hingga Mohamed Salah berkembang pesat di bawah sentuhannya. Namun, situasi di Madrid jelas berbeda. Real Madrid identik dengan skuad berisi pemain yang sudah berstatus bintang dunia, dari Thibaut Courtois hingga Kylian Mbappe.
Meski begitu, Madrid juga memiliki deretan pemain muda yang sudah matang seperti Vinicius Junior, Rodrygo, hingga Federico Valverde. Tapi dinamika ruang ganti klub raksasa Spanyol itu disebut-sebut bukan lingkungan ideal bagi Klopp.
Contohnya terlihat dari kasus Xabi Alonso, yang baru direkrut namun hanya bertahan setengah musim. Isu keretakan ruang ganti serta ego pemain yang tinggi dikabarkan menjadi penyebab utama. Soal ego, Klopp dikenal sebagai pelatih yang paling alergi terhadap hal tersebut.
Masalah lain adalah struktur klub. Di Real Madrid, kebijakan transfer sepenuhnya berada di tangan presiden klub, tanpa harus mendapat persetujuan pelatih. Model ini bertolak belakang dengan cara kerja Klopp selama di Borussia Dortmund dan Liverpool, di mana ia memiliki suara besar, baik dalam pembelian maupun penjualan pemain.
“Jika saya tidak menginginkan seorang pemain, dia tidak akan datang,” kata Klopp pada 2022 lalu.
Secara filosofi, Klopp punya gaya bermain menekan dengan garis tinggi yang atraktif. Dari sisi kualitas skuad, Real Madrid sebenarnya punya modal untuk dipoles. Namun sejarah juga menunjukkan bahwa Klopp bukan pelatih instan. Ia butuh waktu lima tahun untuk membawa Liverpool mengakhiri puasa gelar Premier League sebuah proses panjang yang mungkin sulit diterima Madrid yang identik dengan tuntutan hasil cepat.
Dengan berbagai pertimbangan itu, kans Klopp dan Real Madrid untuk bersatu tampaknya kecil. Meski begitu, sepakbola selalu penuh kejutan. Dalam hidup, siapa yang benar-benar tahu?
(MG7)
Editor : Davin
Sumber : detiksport.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel




































