TIMETODAY.ID, JAKARTA – Buku memoar Broken Strings: Fragments of a Stolen Youth karya Aurelie Moeremans belakangan ini menjadi perbincangan hangat di media sosial. Isinya mengungkap kisah masa lalu Aurelie yang penuh luka, emosi, dan refleksi pribadi, sehingga mengundang simpati banyak warganet. Meski dirilis sejak Oktober 2025, perhatian publik terhadap buku ini baru benar-benar memuncak pada awal Januari 2026.
Menariknya, Aurelie memilih untuk tidak mengomersilkan karyanya dan membagikannya secara gratis dalam dua versi bahasa. Keputusan ini membuat banyak pembaca penasaran dengan isi cerita serta sosok-sosok yang tersirat di dalamnya. Buat kamu yang ingin membacanya, berikut informasi lengkap seputar link buku Broken Strings karya Aurelie Moeremans.
Link buku Broken Strings karya Aurelie Moeremans
Buku Broken Strings tersedia dalam dua versi bahasa, yakni bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Aurelie membuat dua versi agar pesan yang ingin ia sampaikan bisa menjangkau lebih banyak pembaca.
Versi bahasa Indonesia:
https://drive.google.com/file/d/1mnM75U0nIVqZsOCJHA7mehZFg8pQxnXo/view
Versi bahasa Inggris:
https://drive.google.com/file/d/10i1Sicmhm43miVZGcFkg7ABsXCXxc8-Y/view
Selain melalui link tersebut, kamu juga bisa mengakses buku ini lewat akun Instagram Aurelie Moeremans di @aurelie, kemudian membuka Linktree di profilnya dan memilih judul buku sesuai versi bahasa yang diinginkan. Alternatif lainnya, kamu dapat langsung mengunjungi linktr.ee/aureliemoeremans.
Fakta buku Broken Strings
Broken Strings merupakan memoar yang merekam luka masa muda Aurelie Moeremans, khususnya pengalaman berada dalam hubungan manipulatif dan tidak sehat sejak remaja. Dalam buku ini, Aurelie mengisahkan bagaimana praktik child grooming dan kekerasan emosional dapat terjadi secara perlahan, hingga korban kerap tidak menyadari bahwa dirinya terjebak dalam relasi yang menyakitkan.
Buku ini juga menyoroti dampak psikologis jangka panjang, seperti rasa bersalah, kebingungan, hilangnya kendali atas diri sendiri, serta trauma yang memengaruhi hubungan di masa dewasa. Meski sarat akan luka, Broken Strings turut memuat proses bertahan dan pemulihan diri, sekaligus menjadi ajakan agar pembaca lebih peka terhadap tanda-tanda hubungan tidak sehat dan lebih peduli pada para penyintas. (MG4)
Editor : Salma
Sumber : idntimes.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel








































