Sering Dipakai Cuci Motor, Sabun Colek Ternyata Bisa Merusak Pelek

Pelek
Sabun colek memang ampuh bersihkan noda, tapi diam-diam bisa merusak pelek motor jika dipakai terus-menerus. Ilustrasi mencuci motor (freepik.com/user24474983)

TIMETODAY.ID, JAKARTA – Banyak pemilik motor masih beranggapan bahwa semua jenis sabun memiliki fungsi yang sama, yakni membersihkan kotoran. Tak heran jika sabun colek kerap dijadikan andalan untuk mencuci bagian kaki-kaki motor, terutama pelek, karena dinilai ampuh melunturkan noda oli dan aspal yang membandel.

Padahal, di balik harganya yang murah dan busanya yang melimpah, sabun colek menyimpan risiko tersembunyi. Jika digunakan secara rutin, sabun ini justru bisa merusak tampilan pelek secara permanen, mulai dari warna cat yang memudar hingga munculnya bercak putih yang sulit dihilangkan.

Kandungan Kimia Keras yang Mengikis Cat Pelek

Bahaya utama sabun colek terletak pada kandungan zat kaustik dengan tingkat pH tinggi. Sabun ini memang dirancang untuk membersihkan peralatan dapur berminyak, bukan permukaan otomotif. Saat digunakan pada pelek motor, zat kimia tersebut perlahan mengikis lapisan clear coat atau pernis yang berfungsi melindungi cat.

Advertisement
Baca Juga :  Merinci Hitungan Pajak Baru Kendaraan Bermotor yang Akan Diberlakukan Januari 2025

Efeknya memang tidak langsung terlihat. Namun, seiring waktu, pelek akan tampak kusam, kehilangan kilau, dan terlihat seperti tertutup kabut. Pada pelek dengan warna cerah atau finishing khusus, pemudaran warna bahkan bisa terjadi tidak merata dan membuat motor tampak lebih tua dari usia sebenarnya.

Tekstur Kasar Picu Baret Halus dan Jamur

Selain kandungan kimianya, sabun colek juga kerap memiliki tekstur yang tidak sepenuhnya halus. Butiran kecil di dalamnya bisa menimbulkan baret-baret halus saat digosokkan ke pelek. Baret ini menjadi tempat menumpuknya kotoran mikro dan sisa air sabun.

Jika tidak dibilas dengan sempurna, residu tersebut dapat berubah menjadi jamur atau bercak putih permanen yang dikenal sebagai water spot. Jamur ini sulit dihilangkan dan sering membutuhkan cairan khusus yang justru berisiko merusak cat jika salah penggunaan.

Baca Juga :  Xiaomi Buka Pre-Order SU7, Mobil Listrik dengan Jarak Tempuh hingga 902 Km

Tak Hanya Estetika, Risiko Merambat ke Keamanan

Dampak sabun colek tidak hanya soal tampilan. Cairannya bisa menyelinap ke bagian logam yang tidak dicat, seperti baut roda atau bibir pelek, lalu memicu karat. Jika dibiarkan, korosi ini berpotensi melemahkan struktur pelek dalam jangka panjang.

Lebih berbahaya lagi, residu sabun yang licin bisa tertinggal di area pengereman seperti cakram atau tromol. Akibatnya, performa rem menurun atau muncul bunyi mencicit yang mengganggu saat berkendara.

Mengganti sabun colek dengan sampo khusus motor atau mobil yang memiliki pH netral bisa menjadi solusi sederhana. Biayanya relatif kecil, namun manfaatnya besar untuk menjaga tampilan dan keamanan motor tetap optimal. (MG4)

Editor : Salma

Sumber : idntimes.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel