Coca-Cola Umumkan PHK 75 Karyawan Kantor Pusat Mulai Februari 2026

Coca-Cola
ilustrasi Coca-Cola. Foto: istock

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Raksasa minuman asal Amerika Serikat, The Coca-Cola Company, bersiap melakukan pengurangan jumlah tenaga kerja di awal 2026. Perusahaan berencana memangkas sekitar 75 karyawan di kantor pusatnya yang berlokasi di Atlanta, Georgia, dengan pelaksanaan dimulai pada Februari mendatang.

Rencana pemutusan hubungan kerja (PHK) tersebut tercantum dalam pemberitahuan resmi yang disampaikan Coca-Cola kepada otoritas ketenagakerjaan negara bagian Georgia. Mengutip laporan CBS News pada Rabu (7/1/2026), surat bertanggal 30 Desember 2025 itu menyebutkan bahwa langkah ini merupakan bagian dari program reorganisasi perusahaan yang telah diumumkan sejak tahun 2025.

Pemangkasan tenaga kerja akan difokuskan pada karyawan di kantor pusat Atlanta, sementara operasional kantor disebut tetap berjalan seperti biasa. Coca-Cola menjelaskan bahwa pengurangan jumlah karyawan tidak dilakukan sekaligus, melainkan bertahap dalam beberapa bulan ke depan.

Advertisement
Baca Juga :  Dolar AS Dominasi Pergerakan Mata Uang, Rupiah Hampir Rp 17.000

Perusahaan menegaskan, pemberitahuan lebih awal diberikan sebagai bentuk kehati-hatian dan transparansi, agar karyawan yang terdampak serta lembaga pemerintah memiliki waktu dan informasi yang cukup untuk melakukan perencanaan selama masa transisi.

Dalam dokumen tersebut, Coca-Cola memperkirakan proses PHK akan dimulai pada atau sekitar 28 Februari 2026, atau dalam rentang 14 hari setelah tanggal tersebut. Sekitar 75 karyawan di kantor pusat diproyeksikan terdampak pada tahap awal, dengan kemungkinan adanya dampak tambahan pada bulan-bulan berikutnya.

Baca Juga :  Prabowo Pulang dari Misi Diplomasi Global, Bahas Perdamaian hingga Investasi

Coca-Cola juga menyampaikan bahwa seluruh karyawan yang terdampak telah menerima pemberitahuan lebih dari 60 hari sebelumnya, sesuai ketentuan yang berlaku. Surat pemberitahuan tersebut ditandatangani oleh Lisa V. Chang, Wakil Presiden Eksekutif sekaligus Kepala Sumber Daya Manusia Global The Coca-Cola Company.

Langkah Coca-Cola ini menambah daftar perusahaan barang konsumsi global yang melakukan efisiensi tenaga kerja. Sepanjang tahun lalu, sejumlah perusahaan besar seperti Nestlé, General Mills, dan Molson Coors juga telah mengumumkan kebijakan serupa di tengah penyesuaian strategi bisnis dan tekanan ekonomi global.***

Editor : Syafira

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel