
TIMETODAY.ID, JAKARTA – Mengganti ban lama dengan ban baru seharusnya memberi sensasi berkendara yang lebih nyaman dan aman. Tampilan mobil terlihat segar, traksi meningkat, dan rasa percaya diri di jalan pun bertambah. Namun, sebagian pengemudi justru dibuat heran ketika setir terasa lebih berat dan kaku setelah keluar dari bengkel, terutama saat bermanuver pelan atau parkir.
Perubahan ini kerap memicu kekhawatiran, seolah ada masalah pada sistem kemudi. Padahal, dalam banyak kasus, kondisi tersebut tergolong normal dan berkaitan dengan penyesuaian teknis setelah penggantian ban. Berikut beberapa faktor yang bisa memengaruhi rasa setir usai ganti ban.
Ukuran dan Lebar Tapak Ban Berubah
Salah satu penyebab paling umum adalah perubahan ukuran ban, khususnya jika melakukan upsize. Ban yang lebih lebar otomatis memiliki bidang sentuh ke aspal yang lebih besar.
Contact patch yang melebar meningkatkan gaya gesek dengan permukaan jalan. Akibatnya, sistem kemudi membutuhkan tenaga lebih besar untuk memutar roda, sehingga setir terasa lebih berat, terutama saat mobil berhenti atau berjalan pelan.
Tekanan Udara Belum Ideal
Banyak pengemudi berasumsi ban baru sudah diisi angin sesuai standar. Kenyataannya, tekanan udara sering kali belum disesuaikan secara presisi atau bahkan berbeda antar roda.
Tekanan ban yang terlalu rendah membuat ban melebar dan meningkatkan hambatan gulir. Efeknya bukan hanya setir terasa berat, tapi juga mempercepat keausan ban. Karena itu, penting untuk mengecek dan menyesuaikan tekanan angin sesuai rekomendasi pabrikan yang tertera di pilar pintu mobil.
Belum Spooring Setelah Ganti Ban
Penggantian ban bisa memengaruhi sudut keselarasan roda, seperti caster, camber, dan toe. Jika sudut-sudut ini tidak kembali ke posisi ideal, roda tidak berputar lurus sempurna.
Caster yang terlalu besar, misalnya, memang membuat mobil stabil di kecepatan tinggi, tetapi setir jadi lebih berat saat diputar. Tanpa spooring yang tepat, kenyamanan dan respons kemudi pun bisa berkurang.
Karakter Kompon Ban Baru
Ban baru memiliki karakter kompon yang berbeda dengan ban lama yang sudah aus atau mengeras. Terutama jika menggunakan ban dengan soft compound atau tipe performa, daya cengkeram ke aspal akan terasa jauh lebih kuat.
Grip ekstra ini kerap diterjemahkan sebagai beban tambahan di setir. Namun, kondisi ini biasanya akan berangsur normal setelah ban melewati masa adaptasi atau break-in sekitar 200 kilometer.
Tak Perlu Panik Berlebihan
Setir yang terasa lebih berat setelah ganti ban umumnya masih dalam batas wajar. Perubahan spesifikasi ban, tekanan udara, keselarasan roda, hingga karakter karet ban baru memang dapat memengaruhi rasa kemudi.
Selama tidak muncul gejala lain seperti getaran berlebihan, bunyi aneh, atau setir menarik ke satu sisi, pengemudi tak perlu panik. Sedikit penyesuaian dan pengecekan biasanya cukup untuk mengembalikan kenyamanan berkendara. (MG4)
Editor : Salma
Sumber : idntimes.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel







































