Prabowo Minta Kritik Konstruktif, Tegaskan Tak Anti Koreksi Publik

Prabowo
presiden prabowo subianto. Foto: Dok. YouTube Sekretariat Presiden

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintahannya terbuka terhadap kritik konstruktif dari masyarakat. Menurut Prabowo, kritik justru memiliki peran penting dalam membantu pemerintah mengevaluasi kebijakan dan menjaga agar penyelenggaraan pemerintahan tetap berada di jalur yang benar.

Prabowo mengakui bahwa menerima kritik bukanlah hal yang selalu nyaman. Namun, ia menilai koreksi dari publik merupakan bentuk kepedulian sekaligus perlindungan bagi seorang pemimpin dalam menjalankan amanah negara.

“Kalau dikritik, malah kita harus bersyukur kalau saya dikoreksi. Saya dibantu, saya diamankan,” ujar Prabowo saat memberikan sambutan dalam Perayaan Natal Nasional di Jakarta, dikutip Selasa (6/1/2026).

Advertisement
Baca Juga :  Pemkab Bogor Lakukan Pendataan Bangunan Ponpes, Tindaklanjuti Arahan Presiden RI

Ia kemudian mencontohkan pengalaman pribadi ketika kritik publik membuatnya melakukan evaluasi mendalam terhadap kebijakan yang diambil. Prabowo menyebut dirinya berusaha menyikapi kritik secara objektif dan rasional.

“Kritik, koreksi adalah menyelamatkan. Jadi saya terima kasih kalau ada yang teriak-teriak, ‘Prabowo mau hidupkan lagi militerisme’. Saya koreksi lagi, apa benar? Saya panggil ahli hukum untuk mengkaji mana batas kepemimpinan yang terlalu otoriter,” kata Prabowo.

Meski demikian, Prabowo mengingatkan agar kritik tidak berkembang menjadi fitnah. Ia menilai penyebaran kebohongan yang memicu kecurigaan, perpecahan, dan kebencian hanya akan merusak persatuan bangsa.

Baca Juga :  Aktivis Pendidikan Apresiasi Imbauan Prabowo Siswa Sambut Pejabat

Prabowo juga menegaskan bahwa nilai-nilai agama secara tegas melarang tindakan yang mengarah pada fitnah dan adu domba di tengah masyarakat.

Di sisi lain, Prabowo mengakui adanya kritik yang bernada sinis dan bertujuan menjatuhkan pemerintah. Namun, ia memilih tidak terpancing dan menjawabnya dengan kerja nyata serta hasil yang dapat dibuktikan.

“Kita akan bekerja dengan bukti, bukan dengan janji saja,” tuturnya.

Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan sikap Prabowo bahwa kritik tetap menjadi bagian dari demokrasi, selama disampaikan secara bertanggung jawab dan tidak merusak persatuan nasional.***

Editor : Syafira

Sumber : iNews.id

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel